Brutal

Berdayakan Disabilitas, Lazismu Berikan Pendampingan

Donasi Sekarang

Berdayakan Disabilitas, Lazismu Berikan Pendampingan

03/05/2019

Lhokseumawe  – LAZISMU. Dua penyandang Disabilitas asal Batuphat Timur, Kota Lhokseumawe masuk sebagai penerima regular (tetap) manfaat ZIS dari Lazismu Lhokseumawe. Keduanya merupakan mustahik yang memiliki kelainan sejak usia balita.

Ketua Lazismu Lhokseumawe, Husni Thamrin, mengatakan bahwa kondisi kedua penyandang disabilitas tersebut adalah Maulana Rizki dan Muhammad Ali. Maulana Rizky adalah anak laki-laki berumur 6 tahun mempunyai kelainan karena kurang gizi (malnutrisi) yang diderita sejak umur 5 bulan.

Hidup bersama dengan ibunya yang bernama Nurmiah, tidak mempunyai keluarga lain dan kerabat dekat. Bapak Maulana Rizky telah berpulang dua bulan yang lalu. Kehidupannya memprihatinkan, sehingga memaksa mereka hidup di bawah garis kemiskinan. Ibunya sehari-hari beraktifitas sebagai buruh cuci pakaian,” cerita Husni.

Bersadarkan laporan dari Lazismu setempat (16/11/2017), Husni menambahkan ada penyandang disabilitas lain yang usianya sudah 41 Tahun, Muhammad Ali. Ia menderita penyakit yang gerakan motoriknya terganggu akibat ganguan fungsi otak.

Muhammad Ali juga tinggal bersama ibunya yang bernama Parni, sehari-hari hanya menjajakan Gorengan dan jajanan anak-anak seadanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” Tutup Husni.

Menindaklanjuti hasil penilaian kepada kedua calon penerima manfaat itu, Lazismu Lhokseumawe siap menyalurkan santunan rutin kepada keduanya. Setiap bulannya akan diberikan untuk kebutuhan sehari-hari. Lazismu juga akan mendampingi keduanya untuk dirujuk ke Ruamh Sakit Umum Daerah, kata, Ramzy, Selaku Sekretaris Eksekutif Lazismu Lhokseumawe.

Sementara itu, jelang akhir November 2017, Lazismu Lhokseumawe, mendatangi Roni, yang beralamat di Keude Cunda Kota Lhokseumawe. Ia merupakan salah satu mustahik yang beberapa waktu lalu di survey Lazismu. Roni memiliki  keterbatasan fisik, Lazismu mengupayakan sebuah bentuk bantuan usaha yang nantinya bisa menjadi tempat mencari nafkah bagi beliau dan istri.

Pada 28 November lalu, di waktu sore Lazismu Lhokseumawe berkesempatan menyerahkan 1 unit Rak untuk mendukung usaha Roni berjualan. Bantuan ini agar dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usahanya antinya.

Selain itu, Lazismu juga akan membrikan bantuan modal dan pembinaan berkala atas usaha yang akan Roni jalankan. Seluruh biaya tersebut berasal dari dana zakat Lazismu Lhokseumawe. (rm)