• info@lazismu.org


Peluang Budidaya Alpukat dan Jambu, Lazismu Berikan Bantuan pada Komunitas Sekolah Tani

02/04/2019

Sleman – LAZISMU. Langkah pemberdayaan lembaga amil zakat kepada para petani untuk menambah wawasan. Di samping itu sebagai upaya melipatgandakan keterampilan untuk mengembangkan komunitas yang produktif.

 

Program pemberdayaan petani ini dilaksanakan Lazismu DIY yang memberikan bantuan untuk kegiatan pelatihan Sekolah Tani Muhammadiyah yang diadakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya (P4S) Pakem Sleman.

 

Dalam rangka upaya pemberdayaan masyarakat, pelatihan dituangkan melalui budidaya tanaman buah unggul yang bernilai ekonomi.

 

Ketua MPM PDM Sleman, Nur Cahyoprobo, mengatakan, pelatihan ini akan dilaksanakan dalam sebelas gelombang. “Pertemuan setiap hari Sabtu dan Ahad. Pelatihan dimulai pada 23 Februari hingga 4 Mei 2019 di rumah pemberdayaan Pakem Sleman,” bebernya.

 

Cahyo menambahkan, kegiatan pelatihan ini bertujuan menambah wawasan dan keterampilan terkait budidaya tanaman buah unggul. Inspirasinya tergerak untuk menerapkan ilmu yang didapat di pelatihan serta bisa diterapkan PCM-PCM untuk memanfaatkan lahan persyarikatan yang belum termanfaatkan dengan baik.

 

Pelatihan ini diikuti oleh murid dari sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Sleman, PCM se-Kabupaten Sleman, PCA se-Kabupaten Sleman, masyarakat umum, Gapoktan, dan panti asuhan. Narasumbernya Prof. Suharyanto pemilik Hanifa Agro), dinas pertanian, pangan dan perikanan Kabupaten Sleman dan MPM PDM Sleman.

 

MPM PDM Sleman juga telah mendampingi kelompok tani di Moyudan dengan lahan 3 hektar. Sementara di daerah Pakem juga ada, kemudian di daerah  Triharjo Sleman. Buah yang budidayakan adalah Alpukat dan Jambu Kristal. Selain dari buahnya juga dari penjualan bibitnya. “Adapun pemasarannya sudah disiapkan,” jelasnya.  

 

Diketahui bahwa kawasan Sleman berada pada ketinggian 105 – 500 dpk dengan iklim agak basah sehingga memungkinkan pengembangan komoditas pertanian tanaman pangan dan hortikultura berbasis agro-ekonomi.

 

Saat ini, menurut MPM PDM Sleman, kebutuhan masayrakat terhadap buah Alpukat sangat tinggi. Budidaya dengan terapan teknologi tepat guna akan menghaslkan buah dengan kualitas bermutu yang bernilai jual tinggi.

 

“Peluang ini cukup menjanjikan bagi masyarakat, makanya perlu adanya pelatihan guna memberikan pengetahuan, skill dan pendampingan dalam hal pembudidayaan tanaman buah yang unggul,” paparnya (mz).