• info@lazismu.org


Resmikan Tempat Cuci Tangan “Padasan Mardiko”, MPM – Lazismu Kampanyekan Hidup Sehat di Komunitas Pemulung

24/03/2019

BantulLAZISMU. Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul merupakan lokasi titik kumpul aktivitas pemulung bekerja sehari-hari. Di TPST ini kegiatan pemberdayaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah juga berlangsung untuk mendampingi para pemulung.

 

Implementasi konkretnya tertuang dalam kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilaksanakan MPM bersama Lazismu dengan peresmian 'Padasan Mardiko' atau tempat cuci tangan bagi kelompok pemulung dampingan MPM, Makaryo Adi Ngayogyokarto (Mardiko) pada Sabtu (23/3/2019).

 

Padasan Mardiko menjadi titik kumpul bagi para pemulungng untuk mempraktekkan PHBS. Disela aktifitas memulung yang mereka lakukan. Muhammad Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah mengatakan, adanya padasan tempat cuci tangan, setidaknya sebagai jawaban atas permasalahan yang terjadi pada pola hidup sehat pemulung.

 

"Permasalahan dikelompok pemulung dengan kesehatan karena lingkungan mereka merupakan masalah yang akut dan kronis, hadirnya padasan ini setidaknya menjadi salah solusi atas permasalahan tersebut," ungkap Yamin.

 

Sehingga kampanye PHBS bagi kelompok terpinggirkan seperti pemulung bukan hanya jargon, tapi menjadi aksi nyata dalam menjaga kesehatan pemulung ini. Sementara itu, untuk keberlanjutan penggunaan atas pengadaan tempat cuci tangan ini, pada tahap awal suplai air masih dari bantuan MPM PP. Tapi untuk setelahnya, kelompok Mardiko akan mengurusnya sendiri.


"Untuk suplai air cuci tangan pada awal kita masih dukung, nanti setelahnya kelompok ini sendiri yang menyediakan air tersebut. Meski demikian, kita masih mengetuk pintu bagi para donatur yang memiliki perhatian terhadap kesehatan kelompok pemulung," tambahnya.

 

Menyambung yang dikatakan M. Nurul Yamin, Maryono, Ketua kelompok pemulung Mardiko menyampaikan terimakasih kepada MPM yang telah memiliki perhatian kepada kesehatan pemulung. Hadirnya padasan ini, kemanfaatannya bisa dirasakan dan meninggkatkan pola hidup sehat pemulung yang sebelum adanya padasan pemulung kurang begitu memperhatikan kebersihannya.

 

"Sebelumnya, kita setelah memulung dan istirahat untuk makan. Kita jarang dan hampir tidak mencucui tangan, langsung makan saja. Semoga dari adanya padasan ini bisa merubah perilaku hidup seperti itu," katanya.

 

Ia juga berharap, perhatian yang diberikan oleh MPM bisa memicu pihak lain untuk ikut serta memberikan perhatian terhadap kesehatan kelompok marginal pemulung dan kelompok marjinal lainnya. (a'n/muhammadiyah)