• info@lazismu.org


30 Organisasi Pengelola Zakat Dunia Hadiri World Zakat Forum di Bandung

06/11/2019

Bandung – Lazismu. Konferensi Internasional Forum Zakat Dunia 2019 atau dikenal dengan World Zakat Forum (WZF) resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin. Konferensi zakat internasional ini mengemas tema dengan tajuk: “Optimizing Global Zakat Role Trough Digital Technology” yang dihadiri 30 organisasi dan lembaga zakat dari seluruh dunia. Diagendakan temu forum pengelola zakat internasional berlangsung dari tanggal 5 - 7 November 2019 di Crown Plaza Hotel Bandung.

Dalam pembukaan, Wapres Ma’ruf Amin, mengatakan, pertemuan tahunan forum zakat dunia pada kali ini untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi dari hambatan dan tantangan untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat. “Jika dikelola dengan baik dapat menjadi variabel penutup dari ketimpangan sosial dan ekonomi,” katanya. Hasilnya akan berdampak langsung pada ekonomi umat Islam.

 

Ajaran Islam membolehkan untuk mengumpulkan harta yang halal sebanyak-banyaknya, namun ada kewajiban untuk disalurkan pada masyarakat yang duafa. Saya mendapat laporan bahwa potensi zakat di Indonesia sangat besar, yakni Rp 230 triliun, demikian Ma’ruf mengatakan dalam akun resmi Youtube Wakil Presiden Republik Indonesia (5 November 2019).

 

“Potensi yang sangat besar itu baru 3.5 persen yang terkelola atau sebesar Rp 8 triliun saja. Artinya masih banyak potensi besar zakat yang belum terkelola, dan dari laporan itu pertumbuhan zakat di Indonesia tumbuh sebesar 24 persen, jelasnya. Ma’ruf menilai, perlu dilakukan terobosan agar pengelolaan zakat dapat lebih baik untuk memanfaatkan potensi zakat yang ada.

 

Seperti dilansir dalam laman resmi worldzakatrorum.org, (7/11/2019), Sekretaris Jenderal World Zakat Forum,  Prof. Dr. Bambang Sudibyo, mengatakan, pemilihan ibukota Provinsi Jawa Barat sebagai tuan rumah Konferensi Internasional WZF 2019 adalah keputusan yang tepat.

 

Bambang menganggap bahwa provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia memiliki Baznas yang bekerja dengan sangat baik. "Atas nama Ketua BAZNAS, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat karena memberikan dukungan kepada Baznas Jawa Barat, sehingga Baznas Jawa Barat dalam penilaian kami mencakup provinsi BAZNAS yang berkinerja baik di Indonesia, "kata Bambang.

 





 
Sementara itu, selama WZF berlangsung, Lazismu turut hadir dengan membuka stand Lazismu. Selain memperkenalkan Lazismu dan silaturahim dengan lembaga pengelola zakat lainnya, kata Muhammad Furqon, juga memperkenalkan Lazismu dengan peserta yang datang dari negara lain.

 

Seperti menteri agama Maldive yang datang ke stand Lazismu sangat mengapresiasi iklim zakat di Indonesia yang terus tumbuh. Di negaranya yang masih berkembang, sangat membutuhkan dukungan dari Indonesia yang mayoritas muslim.

 

Tak hanya dari luar negeri, para pegiat zakat juga saling berkunjung ke stand lembaga amil zakat yang lain. Seperti CEO Rumah Zakat, menyempatkan diri berkunjung ke stand Lazismu untuk berbagi informasi dalam momen penting ini. Di lain kesempatan, Prof. Dr. H. Maman Abdurrahman yang pernah menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Persis 2010-2015, juga berkunjung ke stand Lazismu.

 

Keberadaan stand Lazismu, kata Furqon, tentu saja untuk melibatkan para pengunjung untuk saling berinteraksi dan memperkenalkan program-program menarik Lazismu kepada masyarakat. Dengan melibatkan pengunjung untuk berinteraksi diharapkan ketertarikan pengunjung terhadap program-program Lazismu bisa tersampaikan. (na)