• info@lazismu.org


7 Kecamatan Kekeringan, Lazismu Bersama AMCF, DMC, dan MDMC Salurkan Bantuan Air Bersih

23/09/2019

Bojonegoro – LAZISMU. Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro akibat kemarau panjang membuat warga di 17 kecamatan kesulitan memperoleh air bersih. Kepala BPBD Bojonegoro awal September lalu telah menyampaikan melalui media, dampak kekeringan ini berimbas kepada 37 desa yang bergantung pada bantuan air bersih.

Pada pertengahan September, lembaga amil zakat nasional dalam hal ini Lazismu, merespons dengan memberikan bantuan air bersih bersama Asian Moslem Charity Foundation (AMCF) di beberapa desa yang tersebar di 7 kecamatan. Meluasnya dampak kekeringan bagi Lazismu Bojonegoro perlu diatasi agar warga tetap dapat mengakses air besih meski jumlahnya terbatas.

Lazismu mengagendakan akan menyalurkan 120.000 Liter air untuk mengatasi bencana kekeringan selama seminggu di kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari 7 kecamatan antara lain Kecamatan Kedewan, Purwosari, Ngraho, Tambakrejo, Padangan, Daden dan Margomulyo.

Kemarau panjang di Bojonegoro telah memperkering sungai Bengawan Solo yang melintas di kabupaten itu. Hujan yang belum kunjung turun membuat bencana kekeringan semakin mempengaruhi kondisi kehidupan warga termasuk pertanian.

Kebutuhan masyarakat akan air bersih untuk aktivitas sehari-hari kian mendesak. Maka pada 16 Septermber kemarin, Lazismu menyalurkan 20.000 Liter air di Kecamatan Tambakrejo, tepatnya di Desa Gamongan. Kegiatan berlangsung dari pukul 07.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.00 WIB.

Sartono selaku amil Lazismu Bojonegoro mengabarkan warga begitu bahagia saat bantuan air bersih tiba. Jiran salah seorang warga mengatakan kekeringan tahun ini yang paling parah dibandingkan tahun sebelumnya.




 
Kaur Kesejahteraan Rakyat Desa Gamongan, Rochmad mengungkapkan, selama ini belum ada yang memberikan bantuan air di desanya. Warga akhirnya banyak yang mencari air ke desa-desa tetangga yang jaraknya cukup jauh. “Warga berharap agar desa kami dapat bantuan air, pimpinan desa juga akan menyalurkanya ke masyarakat,” pungkasnya.

Sunarko amil Lazismu Bojonegoro dengan rinci mengatakan, pembagian air bersih pada hari pertama dilkukan di dua kecamatan antara lain meliputi Ponpes Adnan Al-Charish Desa Ngumpak Dalem, Kecamatan Dander, dengan penerima manfaat 350 santri, Desa Gamongan Krajan,  RT. 02/04 Kecamatan Tambakrejo, dengan penerima manfaat 35 KK, RT. 02/03 sejumlah 41 KK, RT. 03/03 sebanyak 45 KK, dan RT. 04/03 sekitar 46 KK.

Di hari kedua, 18 September 2019, Lazismu meperluas jangkauan di Kecamatan Ngraho, antara lain penerima manfaatnya dari desa Nganti.terutama Dusun Pepe RT. 35/11 sebanyak 29 KK, RT. 33/11 sejumlah 49 KK, RT. 34/11 terdiri dari 35 KK, RT. 45/13 sebanyak 63 KK dan RT. 34/11 sebanyak 35 KK.

Barulah kemudian di hari ketiga di dua kecamatan berbeda dengan penerima manfaat air bersih sebanyak 112 KK pada 19 September 2019. Sampai dengan hari keenam, Sartono mengatakan, air bersih yang digelontorkan volumenya sekitar 15.000 liter. Selain AMCF, Lazismu bersinergi dengan MDMC, dan DMC di kecamatan Ngambon, Desa Gowah dan Desa Kolong, Kecamatan Ngasem (22/9/2019).

Sebagai agenda terakhir bersama AMCF, Penyaluran air bersih ini diterim manfaatnya oleh warga yang hadir sekitar 120 orang. Jadi total air yang dikirimkan, lanjut Sartono volumenya sebanyak 140.000 liter ditambah 105.000 liter dengan jumlah keseluruhan 145.000 liter per pekannya di hari Jum’at. (st)