BPKH Rangkul Lazismu Salurkan Hewan Kurban di Makassar

03/08/2020

Makassar – LAZISMU. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) rangkul Lazismu dalam melaksanakan program kurban di hari raya Idul Adha 1441 H secara nasional. Lazismu Sulawesi Selatan bersinergi menyalurkan hewan kurban di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Timungan Lompoa, kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (01/08/2020). Tujuan dari kegiatan ini untuk berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Afia selaku amil yang berada dalam divisi humas, mengatakan melalui program Qurban Untuk Ketahanan Pangan, Lazismu berupaya memeberikan yang terbaik dengan memerhatikan warga yang terdampak Covid-19.   

“Daging sapi yang disalurkan ini dapat menjadi bantuan pangan yang memberikan nilai gizi di tengah pandemi,” katanya. Melalui momentum ini, BPKH melakukan program mulia dengan melaksanakan kurban yang penerima manfaatnya untuk fakir-miskin sekaligus juga membantu orang-orang yang terdampak pandemic, jelasnya.

Hal senada diungkapkan Maskur Yusuf selaku Ketua Panitia pemotongan kurban, bahwa di tengah wabah Covid-19, program kurban ketahanan pangan yang berkolaborasi dengan BPKH dapat meringankan beban sebagian masyarakat.



 

Mereka penerima manfaat yang mendapatkan daging kurban, bukan hanya dari kalangan fakir- miskin, pendistribusiannya juga diberikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona.

Harapan selanjutnya, Lazismu pada momentum ini agar dapat bekerjasama lagi pada program berikutnya, tidak sebatas pada momentum kurban saja, tetapi dilanjutkan pada program lainnya yang mendukung kemaslahatan umat.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief mengatakan, melalui program Qurban Untuk Ketahanan Pangan yang diusung Lazismu ini, masyarakat dari berbagai pelosok bisa merasakan manfaat dana kemaslahatan umat.

Lazismu adalah mitra utama dana kemaslahatan BPKH yang sudah dua tahun ini bersinergi menyalurkan dana kemaslahatan. Sinergi yang pertama, lanjut Hilman, adalah program bantuan kesehatan untuk bencana gempa bumi dan tsunami Palu.

Dana kemaslahatan bersumber dari nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU). “Maksudnya nilai manfaat DAU, dipergunakan untuk pengeluaran kegiatan kemaslahatan umat Islam,” jelasnya. Hilman menambahkan, selain pelayanan ibadah haji, kegiatannya antara lain seperti pendidikan dan dakwah, kesehatan, sosial keagamaan, ekonomi umat, pembangunan sarana dan prasarana ibadah. (na)