• info@lazismu.org


Diguncang Pailit, Ibu Tini Peroleh Bantuan UMKM Lazismu dan Luncurkan Mie Kocok

15/01/2020

Bandung – LAZISMU. Waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi, cuaca saat itu masih cerah. Di daerah Jati Mulya, Kota Bandung, seorang perempuan telah bersiap di depan roda dagangannya. Ketangguhannya menghadapi tantangan hidup, menjadi alasan baginya bertahan untuk terus mencari rejeki dengan berdagang.

Dialah Ibu Tini, seorang ibu rumah tangga beranak tiga yang sudah memulai usaha jualan Mie Kocok dan Mie Bakso di depan Kantor RW tempat tinggalnya. Dalam berdagang susah dan sedih menjadi hal biasa. Suatu waktu, ia pernah mendapat cobaan. Barang dagangan yang dijajakan dan dititip di berbagai tempat tak berwujud sama sekali. Naas baginya, barang yang dititipkan itu macet pembayarannya yang berimbas pada aktivitas dagangnya menjadi bangkrut.

Agar tetap bisa bertahan mengais rejeki, sekuat tenaga ia berupaya hingga akhirnya ada saran seorang kerabat supaya Ibu Tini mengajukan permohonan bantuan. Setelah mendapat kepastian informasi, Ibu Tini mengajukan surat permohonan ke Lazismu. Isteri dari bapak Mohammad Jabal ini biasa berjualan makanan ringan yang dijajakan secara langsung.

Dalam permohonan yang diajukannya, Ibu tini memohon permodalan melalui Program Pemberdayaan UMKM yang ada di Lazismu. Karena dia tinggal di Bandung, selanjutnya ditindaklanjuti oleh Lazismu Jawa Barat. Melalui berbagai tahapan dan proses, akhirnya bantuan modal yang ditunggu pun bisa cair.

Bantuan yang diterima Ibu Tini dalam bentuk sarana berjualan seperti roda dan perlengkapannya. Ibu Tini sudah punya lokasi jualan yang dianggapnya strategis. Dia meyakini dengan jualan Mie Kocok dan Mie Bakso bisa berkembang dengan baik. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu yang telah membantu permodalan usaha, semoga dengan bantuan ini, usaha saya semakin lancar dan penuh berkah,” katanya.

Ibu Tini pun berharap ke depan dirinya bisa dan mampu untuk menyisihkan sebagian harta dari usahanya. “Cita-citanya sih, ingin sekali menjadi muzaki. Hingga bisa membantu orang yang membutuhkan seperti saya sekarang ini,” pungkasnya.




 
Sebagai tindak lanjut dari Program Pemberdayaan UMKM ini, Lazismu berharap Ibu Tini dan keluarga bisa lebih sejahtera dan ke depannya akan menjadi muzaki. Akhirnya di pagi hari yang cerah itu, Ibu yang selalu ceria mencatatkan sejarah mengawali usaha Mie Kocoknya dengan berbagi 50 kupon makan gratis untuk para tetangga terdekatnya (14/1/2020).

Sementara itu, Lazismu Jawa Barat melalui Staf Program, Yosis Salman menyampaikan Lazismu juga akan terus memberikan bantuan hibah modal usaha dan bantuan peralatan usaha berupa gerobak dan perlengkapan usaha. Semoga dengan bantuan modal, ditambah pelatihan keterampilan dan pendampingan yang diberikan Lazismu kepada UMKM diharapkan para penerima manfaat bisa mandiri dan sejahtera.

“Jika tak ada aral, untuk tahun ini Lazismu Kantor Perwakilan Jawa Barat menargetkan 10 UMKM binaan bisa eksis dan merubah statusnya dari mustahik menjadi muzaki,” terang Yosis dalam acara peluncuran Mie Kocok Ibu Tini. (bs/na)