Dulu Ngontrak, Kini Miftah Memiliki Rumah Dari Para Dermawan Lazismu Di Banyumas

10/08/2020

Banyumas – LAZISMU. Kebutuhan akan papan menjadi kebutuhan utama yang masih dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kepemilikan atas tempat tinggal yang layak, sebagai tempat bernaung harus tidak harus dipenuhi. Tetapi, bagaimana tidak, masih banyak warga yang tidak memiliki rumah karena hidup di bawah garis kemiskinan. 

Penghasilan harian yang minim hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian saja. Jangankan untuk biaya pemenuhan pendidikan, ikhtiar untuk memenuhi makan sehari-hari saja tak cukup.  Impian untuk memiliki rumah hanya sebuah mimpi panjang yang tak akan terwujud.

Kondisi itu dihadapi setiap orang, begitu pun dengan Miftahul Jannah. Seorang warga Desa Tambakan, Kecamatan Ajibarang, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Selama ini, Miftah menyewa sebuah rumah sederhana untuk sekedar berteduh bagi dirinya dan keluarganya.

Walaupun sebenarnya istri beliau memiliki tanah yang bisa dibangun rumah, namun karena keterbatasan ekonomi, sampai saat ini belum juga dibangun rumah di atas tanah tersebut.

Sehubungan dengan kondisi itu, Kantor Layanan (KL) Lazismu di Desa Tambakan berinisiatif menjembatani impian Miftahul Jannah. Akhirnya Miftahul Jannah dipertemukan dengan Lazismu Banyumas. 

Sebagai ayah dari tiga orang anaknya, pertemuan dengan Lazismu seperti mimpi yang sulit dipercaya. Medio, Selasa, 28 Juli 2020, rombongan tim bedah rumah Lazismu Banyumas memulai pembongkaran rumah Miftahul Janah untuk direnovasi. Proses tersebut memakan waktu satu minggu sampai untuk siap dihuni oleh keluarga Miftahul Janah.

Pada Selasa, 5 Agustus 2020, Lazismu Banyumas bersama KL Lazismu Tambakan dan Kepala Desa Tambakan menyerahkan bantuan bedah rumah secara simbolis kepada Miftahul Jannah. Pada hari itu juga rumah yang dibangun telah selesai dan siap untuk dihuni. 

Bapak Miftahul Jannah, yang kesehariannya sebagai penjual es merasa bahagia atas bantuan rumah itu. Ia berharap rumah yang akan dihuninya itu bisa nyaman dan bertahan lama. Beliau juga berharap semain banyak penerima manfaat dari bedah rumah Lazismu Banyumas, sehingga mereka dapat merasakan kenyamanan dalam lingkungan keluarga mereka. 

Salah seorang amil Lazismu Banyumas, Habib Amrillah, saat dihubungi mengatakan, dalam proses renovasi, kendati sudah ditangani oleh tim profesional dari Lazismu Banyumas, warga tetap turut berpartisipasi gotong-royong membantu proses pembangunan rumah tersebut. Para warga saling membantu membawa material hebel, kayu, dan genteng mengingat untuk menuju rumah Miftah harus melalui gang sempit.

“Warga grumbul Tambakan dan para jamaah pengajian magrib tanpa pamrih langsung membawa material tersebut dari jalan ke lokasi bedah rumah,” ceritanya.

Program bedah rumah Bapak Miftah, sambung Habib, merupakan bedah rumah yang ke-27 bagi Lazismu Banyumas. Setiap rumah yang baru berdiri setelah dibedah atau direnovasi selalu ditandai dengan nomor ID yang dipasang setelah penyerahan bedah rumah. 

Secara umum, kata Habib, konsep bedah rumah yang Lazismu Banyumas programkan merupakan rumah yang sehat, nyaman, bersih dan kuat. Tujuannya menciptakan kondisi keluarga yang harmonis, ibadah semakin khusuk, dan anak-anaknya nyaman belajar dan tumbuh berkembang dalam rumah yang penuh berkah (ha)