• info@lazismu.org


Fikih Bencana dan Ajakan Berdonasi ke Lazismu Diungkap Pengajian PDM Kota Jayapura

06/10/2019

Jayapura – LAZISMU. Di sela-sela menggerakan relawan di lokasi pengungsian, MDMC menyempatkan waktu hadir dalam pengajian rutin Ahad pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Jayapura. Dalam kesempatan itu, Naibul Umam dari MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyinggung soal peran Muhammadiyah dengan mendirikan lembaga penanggulangan bencana.

 

Muhammadiyah memandang penting urusan penanggulangan bencana sebagai bagian dari mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah. Eksistensi MDMC sangat ditentukan oleh komitmen warga Muhammadiyah dalam menjalankan kerja-kerja kemanusiaan di manapun berada karena sejatinya semua adalah relawan Muhammadiyah, demikian Umam mengakatan dalam pengajian itu.

 

Muhammadiyah telah menerbitkan buku Fikih Kebencanaan, isinya menjelaskan konsepsi teologis dan praksis-implementatif penanggulangan bencana. Umam menjelaskan, buku yang disahkan oleh Majelis Tarjih ini disusun bersama MDMC dan telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

 

Kehadiran buku tersebut mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan sebagai buku penting yang dapat dijadikan pedoman umat Islam dalam memaknai bencana sekaligus mekanisme mengelola risiko bencana.

 

"Bencana bisa menjadi wahana untuk koreksi diri, bahwa masih banyak kesalahan dalam mengelola hubungan manusia dengan alam. Realitas yang kasat mata bisa kita deteksi tetapi kerap kita ini abai dengan tanda-tanda alam tersebut dan sering terlambat mengantisipasinya," papar Umam.

 

Pengajian yang dihadiri kurang lebih 100 jamaah warga Muhammadiyah di aula SMP Muhammadiyah Kota Jayapura (6/10/2019), ini melibatkan semua unsur pimpinan, majelis/lembaga dan ortom. Sukaryanto, Ketua PDM Kota Jayapura, mengatakan, pengajian ini diselenggarakan setiap Ahad pagi dan telah berlangsung selama kurang lebih lima tahun.




 

Pengajian dimaksudkan untuk menjalin silaturahim dan konsolidasi warga Muhammadiyah di Kota Jayapura. "Disadari bahwa sekarang ini potensi Muhammadiyah semakin terlihat ditandai dengan semakin banyaknya jumlah AUM (amal usaha Muhammadiyah) yang berdiri di Kota Jayapura. Karena itu untuk memupuk komitmen dan sekaligus peningkatan wawasan keagamaan warga Muhammadiyah  maka pengajian ini kami selenggarakan secara rutin," jelasnya.

 

Pengajian kali ini agak istimewa bersamaan dengan momentum kejadian konflik sosial di Wamena di mana ribuan warga harus menjadi pengungsi di berbagai tempat di Jayapura. Dalam kesempatan ini, Suparman selaku  Koordinator Poskor Muhammadiyah mengajak jamaah pengajian untuk membantu kegiatan penanganan pengungsi dengan melakukan penggalangan dana. "Mari kita gelorakan gerakan infak dan sedekah melalui Lazismu untuk mendukung program penanganan pengungsi. Kita harus menyadari, situasi dan kondisi yang tidak menentu ini. Sehingga Muhammadiyah harus bisa mengantisipasi berbagai hal," tegasnya.

 

Selesai pengajian acara dilanjutkan dengan pelatihan manajemen bencana bagi relawan Muhammadiyah Jayapura. Diperkirakan 30 peserta akan mengikuti kegiatan ini sejak pagi hingga sore dan akan dilanjutkan esok hari. (nu/na)