• info@lazismu.org


Kemarau Panjang Banyuwangi Krisis Air, LAZISMU – MDMC Kirim Bantuan Air Bersih

11/09/2019

Banyuwangi – LAZISMU. Kekeringan yang melanda sejumlah di daerah Jawa Timur mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Awal Juli lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Juanda, telah menyampaikan untuk wilayah Jawa timur, akan terjadi kekeringan ekstrim, menyusul intensitas curah hujan yang tak kunjung turun.

 

Berdasarkan data, seperti dilansir Antara (4/7/2019), Kasi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto, mengatakan, wilayah itu di antaranya Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Jember, Jombang, Kediri, Lumajang. “Potensi kekeringan juga bisa terjadi di Kabupaten Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Situbondo, Tulungagung,” katanya.

 

Sampai hari ini, kekeringan terjadi di sejumlah daerah di kabupaten yang ada di Jawa Timur. Banyuwangi misalnya, Lazismu dan MDMC Banyuwangi, mendapati Dusun Kutorejo, Desa Kalipahit, Kecamatan Tegaldlimo, mengalami kriris air bersih.

 

Keberadaan sumber air dan sumur warga belum mampu mengatasi persoalan itu. MDMC Kabupaten Banyuwangi melakukan cek lokasi (assesment), hasilnya kekeringan ini berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat (8/9/2019).

 

MDMC berharap dengan distribusi air bersih dapat membantu memenuhi kehidupan sehari-hari, terutama untuk kebutuhan memasak dan minum," kata Sumarno, Ketua Tim MDMC Kabupaten Banyuwangi. Di sini, setiap tahunnya 500 warga hidupnya bergantung pada air bersih saat musim kering tiba.

 

Respons cepat dilakukan MDMC, sebanyak 20 personel dari berbagai unsur diturunkan untuk melaksanakan bantuan distribusi air bersih bagi warga yang tersebar di 3 RW (Rukun Warga). MDMC Kabupaten Banyuwangi, Lazismu Banyuwangi, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kutorejo, KOKAM dan Pemuda Muhammadiyah Cabang Tegaldlimo berangkat ke lokasi dengan 2 unit mobil tangki milik Depo Bumdes Kalipahit sebagai sarana transportasi.

 

Di Banyuwangi, Lazismu dan MDMC sudah beberapa kali mendistribusikan bantuan air bersih untuk kebutuhan warga, terakhir kali saat bencana banjir bandang. Namun untuk krisis kekeringan kali ini, MDMC menemui kendala, mobil tangki distribusi yang berisi 8000 liter air terhambat karena akses jalan yang rusak. Apalagi jarak tempuh dari sumber air terlampau jauh, dengan jarak 20 kilometer.

 

MDMC Kabupaten Banyuwangi mengimbau kepada warga untuk menghemat penggunaan air, dikarenakan musim kemarau panjang di Banyuwangi wilayah selatan diprediksi masih berlanjut. Di samping itu, kehadiran bantuan distribusi air bersih ini bersama Lazismu sebagai bentuk kepedulian bersama untuk saudara-saudara kita yang sedang dirundung bencana kekeringan. 

 

Sumber: (andre/muhammadiyah.or.id)