• info@lazismu.org


Kolaborasi Aisyiah, Lazismu dan Wardah, Cetak 100 Pengusaha Rias Perempuan

29/12/2019

Yogyakarta – LAZISMU. Setidaknya lebih dari 100 perempuan di 20 kota/kabupaten di Indonesia berhasil dibina oleh Tim Majelis Ekonomi & Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) Aisyiah yang berkerjasama dengan Lazismu Pusat dan PT Paragon Technology and Inovation melalui brand Wardah dalam program Rias@ Beauty Corner

 

Program tersebut wujud kepedulian MEK Aisyiah dalam memberdayakan perempuan dari kalangan menengah ke bawah agar lebih mandiri secara ekonomi. Tujuan utamanya untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan memberikan keterampilan merias serta bekal berwirausaha di bidang tata rias sehingga muncul para pengusaha muslim wanita di bidang kecantikan melalui jaringan usaha Aisyiah.

 

Laras Widiaswati selaku Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan PP Aisyiyah, mengatakan, Program Rias@ Beauty Corner telah berlangsung dari Agustus 2019 hingga Desember 2019. Dalam pelaksanaannya, MEK PP Aisyiah menggandeng Wardah sebagai mitra yang membiayai program, serta Lazismu Pusat sebagai lembaga penyalur zakat perusahaan.

 

“Pemberdayaan dilakukan di 20 kota/kabupaten di pulau Jawa dan Sumatra, mulai dari provinsi DIY, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung. Bertindak sebagai PIC dan pendamping pelaku usaha adalah para pengurus Aisyiah di tingkat wilayah dan daerah,” katanya di Aula PDM Yogyakarta, pada Sabtu 28, Desember 2019.

 

Fokus pembinaan Rias@ Corner ini, lanjut Laras, lebih pada pemberian berbagai pelatihan manajemen bisnis tata rias, pendampingan usaha secara langsung, serta pemberian bantuan modal melalui Koperasi Aisyiah.

 

Sebagai informasi, sambungnya, pada periode program sebelumnya MEK PP Aisyiah-Lazismu-Wardah juga telah memberikan pembinaan berupa keterampilan merias kepada 600 perempuan di 30 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

 

Pada kesempatan itu, Latifah Iskandar dari Ketua PP Aisyiyah, menilai, sinergi program bersama Lazismu dan Wardah, sejalan dengan program pemberdayaan perempuan. Secara faktual, kata Latifah, Aisyiyah turut berpartisipasi dalam upaya penurunan angka kemiskinan yang diagendakan dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Hal itu tertuang dalam tujuan pertamanya, menuntaskan segala bentuk kemiskinan. Berdasarkan target SDGs sendiri pada 2030, setidaknya tengah berupaya mengurangi kemiskinan yang dialami laki-laki, perempuan, dan anak-anak.

 

Hal ini juga sejalan dengan tujuan kedelapan SDGs, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta mendapat pekerjaan layak. “Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melalui MEK berusaha mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi perempuan, dan program Rias@ Corner ini salah satu ikhtiarnya,” paparnya.

 

Menghadapi persoalan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri. Lanjutnya, berjejaring adalah solusi yang terbaik. “Membangun kolaborasi dengan siapa saja untuk melahirkan kemandirian perempuan,” pungkasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainudin Tago sangat mengharapkan program ini dapat berkembang. “Lazismu akan mendukung sepenuhnya kegiatan perberdayaan untuk kemjauan ekonomi yang prduktif,” katanya.

 

Salah seorang penerima manfaat dari program ini, Ibu Dyah Ike Damayanti (28) asal Tulungagung, menyeritakan, sebelumnya hanya berdagang kosmetik biasa. Dalam perkembangannya, dirinya berhasil menjadi pelaku usaha dengan omset tertinggi mencapai Rp. 27.378.214 selama satu tahun.

 

Capaian itu diraihnya setelah mengikuti rangkaian program Rias@ Beauty Corner. Dengan mengikuti program ini, Ibu Dyah mengaku mendapatkan keterampilan tambahan seperti pelatihan beauty class, product knowladge, pelatihan manajemen bisnis kecantikan serta suntikan dana guna menambah variasi dagangannya. (na)