Konsolidasi Laporan, Lazismu se-Jawa Tengah Ikuti Persiapan Audit

13/07/2020

Semarang – LAZISMU. Selama tiga hari berturut-turut sejak Jum’at – Ahad (10 – 12 Juli 2020), Lazismu Jawa Tengah punya agenda khusus. Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, agenda tersebut rupanya tidak boleh ditangguhkan. Dengan persyaratan protokol kesehatan, rapid tes juga diwajibkan bagi semua peserta yang datang dari penjuru Jawa Tengah.

Ada 30 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, yang mengirimkan perwakilannya menghadiri acara workshop dan konsolidasi audit laporan keuangan tahun buku 2019. Bertempat di hotel Candi Indah Semarang, acara tersebut menghadirkan Direktur Keuangan Lazismu Jawa Tengah, Sabar Waluyo sebagai fasilitator internal.

Di tahun kedua Lazismu Jawa Tengah dengan segala persiapannya, mengikuti audit keuangan, setelah tahun yang lalu diikuti oleh 16 kantor Lazismu daerah. Berarti tahun ini ada peningkatan mendekati 100 persen apabila dilihat dari kesiapan menghadapi audit.

Lebih jauh Sabar Waluyo menyampaikan, bahwa audit keuangan lembaga amil berbeda dengan keuangan bisnis pada umumnya, karena lembaga amil itu memakai standar khusus akuntansi keuangan atau dikenal dengan standar PSAK 109.

“Standar ini menjadi SOP wajib bagi seluruh kantor layanan Lazismu di semua tingkatan,” katanya. Untuk itulah Sabar mengatakan, amat penting mengikuti pelaksanaan audit keuangan, dan harus dipersiapkan sebaik mungkin oleh seluruh kantor Lazismu.

Sabar juga mengingatkan, bahwa tahun yang lalu semua peserta dari 16 daerah sudah mendapatkan hasil penilaian audit WTP (wajar tanpa pengecualian) dari akuntan publik AR Utomo, Jakarta. 

Untuk itu, Sabar meminta seluruh peserta mempersiapkan dengan sebaik mungkin agar mampu mempertahankan status WTP tersebut pada pelaksanaan audit di awal Agustus mendatang.

Pengamatan lain dikemukakan penyelenggara, seperti disampaikan Alwi Mashuri, bahwa salah satu kesulitan yang dihadapi peserta adalah masih adanya perbedaan beberapa daerah dalam menerjemahkan kegiatan ke dalam account yang sudah ditentukan. Sehingga perlu penyesuaian agar menghasilkan laporan konsolidasi yang benar.

Sampai dengan saat terakhir ditutup acara itu sebagian besar daerah sudah terkonsolidasi dalam laporan wilayah Jawa Tengah. Namun masih menyisakan beberapa daerah yang harus di kerjakan dalam minggu ini. Harapannya 30 daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah siap mengikuti audit tahun ini, demikian kata Sabar Waluyo sebagaimana disampaikan oleh Alwi (cs)