• info@lazismu.org


Lazismu Ajak Mahasiswa Umsida Berdonasi dengan Sedekah Sampah

10/09/2019

Sidoarjo – LAZISMU. Sampah selalu menjadi persoalan di kota-kota besar, termasuk di perguruan tinggi. Cara penanganannya dilakukan serius karena berbagai jenis sampah ada yang bisa dilebur dan tidak bisa dilebur. Antisipasi penumpukan sampah adalah solusi bagaimana sampah dapat diminimalisir dengan memilah sampah yang dapat didaur ulang.  

Di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), Lazismu sebagai lembaga filantropi ada di dalamnya. Di lingkungan akademik ini Lazismu melalui program-programnya berkreasi melakukan inovasi dan edukasi di kalangan anak-anak muda, terutama mahasiswa.

Selain mencetuskan program donasi dan beasiswa, Lazismu juga meluncurkan program “Sedekah Sampah” sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap persoalan sampah di dalam kampus. Di Umsida, penerimaan mahasiswa baru telah selesai. Kegiatan Forum Ta’aruf Mahasiswa Baru (Fortama) sedang berjalan di tahun akademik 2019/2020.

Lazismu yang berkolaborasi dengan BEM Umsida, mengangkat isu sampah sebagai model memperkenalkan Lazismu di kalangan mahasiswa baru, katanya kepada tim media Lazismu (10/8/2019). Menurut amil Lazismu Umsida, Prayekti, sedekah sampah salah satu bentuk kepedulian sosial serta salah satu program pemberdayaan mahasiswa penerima Beasiswa Sang Surya agar memiliki jiwa peduli.

“Sedekah sampah ini merupakan salah satu program dalam memberikan edukasi dan kepedulian lingkungan. Gaya hidup sehat dengan peduli terhadap sampah merupakan pintu masuk kreatif fundrasing (penggalangan dana) untuk memperkenalkan Lazismu,” jelasnya.

Pada tahap awal, Lazismu menyediakan sepuluh tong sampah. Lalu tim relawan peduli sampah menyosialisasikan kepada seluruh mahasiswa. “Terutama sampah plastik yang bisa dimanfaat jika dalam kondisi bersih,” pungkasnya.




Program sedekah sampah ini disosialisasikan melalui jejaring media sosial lewat organisasi mahasiswa di kampus, serta melatih tim relawan peduli sampah. Konsep sedekah sampah, sambungnya sebagai wujud kepedulian Lazismu dalam merespons isu SDG`s terutama di lingkungan akademik.

Menyikapi persoalan sampah, Ferdy Rakhmat Dianova selaku Ketua BEM Umsida, mengatakan,
program sedekah sampah ini akan menjadikan kita agen sosial yang peduli sampah. “Dengan berkolaborasi bersama Lazismu, sedekah sampah yang dikumpulkan oleh para relawan akan dikonversi menjadi sedekah rupiah yang hasilnya bisa menolong sesame,” tandasnya.

BEM Umsida mendukung penuh program sampah ini. Di hari pertama masih banyak mahasiswa yang belum paham memilah sampah. Karena itu, beberapa relawan terus mengajak mahasiswa lainnya untuk membuang sampah khusus botol plastik dan gelas plastik yang telah disediakan oleh Lazismu.

Harapan ke depan, tambah Ferdy, mahasiswa yang lainnya bisa ikut serta mendukung program ini dengan membuang sampah botol plastik di tempat yang sudah disediakan. Di hari pertama saja, kata Ferdy, berhasil dikumpulkan 5 karung besar botol plastik, ditaksir bobotnya mencapai 30 kilogram.

Ferdy menilai, dengan pendekatan edukatif ini mahasiswa di Umsida akan tergerak untuk membuang sampah pada tempatnya, sekaligus mengenal program-program Lazismu di Umsida.  Program ini juga sebagai pilot project Lazismu berbasis kampus yang menjadi promotor sedekah sampah, paparnya.

Jika sedekah sampah ini berhasil, semua pihak yang berkepentingan (civitas akademik) akan memiliki persepsi yang sama untuk mendorong agar program sedekah sampah dapat terus dikampanyekan utnuk membangun jaringan komunikasi bersama Lazismu. (na)