• info@lazismu.org


Lazismu dan Alfamart Berikan Bantuan untuk 20 Sekolah

31/03/2019

Jakarta – LAZISMU. Dalam rangka mejalankan Pilah Pendidikan, Lazismu menggandeng Alfamart dalam Program Save Our School (SOS). Program ini merupakan bentuk pemberian bantuan kepada sekolah-sekolah yang rusak secara fisik dan melengkapi sarana sekolah tersebut.

Manager Pemberdayaan dan Distribusi Lazismu, Falhan Nian Akbar mengatakan, terdapat 20 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia dan mendapatkan program SOS tersebut. Diantaranya Bengkulu, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi selatan.

 

Dalam hal ini masing-masing wilayah terdapat dua sekolah yang mendapatkan bantuan renovasi.

Dia melanjutkan, daerah Lampung, Kalimantan Barat, Medan, Nusa Tenggata Timur (NTT), Sulawesi barat, dan sulawesi tengah. Masing- masing daerah tersebut teradpat satu sekolah yang menerima program tersebut.  

 

“Sarana prasarana pendidikan perlu ditunjang sebab hal itu merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi keberhasilan dan kelancaran proses pendidikan,” ujarnya Jumat, 31/03/2019.

 

Dalam program ini, tambahnya, sekolah terpilih menerima bantuan sebesar Rp 20 juta. Hal ini digunakan untuk memeperbaiki fasilitas sekolah yanng rusak, hingga perelengkapan sekolah seperti meja dan kursi yang sudah tidak layak untuk diperbaharui.

 

Kepala SD Muhammadiyah 3 Kota Tegal, Yuni Astuti mengatakan, selaku penerima bantuan dana tersebut akan digunkaan langsung untuk kegiatan pengadaan meja dan kursi sebanyak 42 set. Hal ini dikarenakan meja dan kursi milik sekolah tersebut sudah rusak berat dan tidak layak pakai.

 

Dia menjelaskan, bantuan meja belajar dan kursi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendididkan dan Kebudayaan Kota Tegal tahun 2010 sudah tidak layak guna. Lalu, bantuan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pusat hanya dipergunakan utnuk pembiayaan belanja pegawai dan operasional sekolah.

 

Di sisi lain, bantuan orang tua murid juga diprioritaskan untuk pembiayaan honorarium guru. Sementara latar belakang ekonomi siswa tergolong ekonomi bawah dengan karakteristik kepedulian terdapat pendidikan sanagat kurang.

 

“Bantuan program SOS ini sangat membantu pengembangan sarana dan prasarana SD Muhammadiyah 3 Kota Tegal,” ujarnya dalam kesempatan yang sama. (ars)