• info@lazismu.org


Lazismu – MDMC Kerahkan Relawan Tanggap Darurat di Dusun Way Kerap

15/01/2020

Lampung Tengah - LAZISMU. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan longsor di Tanggamus, Lampung. Tanah longsor terjadi di wilayah Sedayu dan banjir bandang di wilayah Waykerap, Kecamatan Semaka, Tanggamus. 

Hujan yang mengguyur Kecamatan Semaka sejak sore, pada 9 Januari 2020, menyebabkan banjir dan tanah longsor di beberapa titik. Berdasarkan data yang dihimpun Lazismu, musibah alam tersebut meliputi Desa Way Kerap, Tanjung Jati dan Desa Sedayu di Kecamatan Semaka.

Mohammad Hasan Basri selaku Ketua Lasizmu Lampung Tengah, mengabarkan, daerah yang terjadi musibah longsor di Jalan Lintas Barat Pekon Sedayu meliputi Simpang Sedayu dan Simpang Pemancingan. Akibat longsor dan banjir menyebabkan arus kendaraan lalu lintas lumpuh total.

MDMC dan Lazismu Lampung Tengah telah meninjau ke lokasi pada Sabtu Ahad, 11-12 Januari 2020 di dusun Way Kerap Kecamatan Semaka, Tanggamus. Karena MDMC dan Lazismu Tanggamus telah memiliki Posko, maka tim MDMC dan Lazismu Lampung tengah langsung menuju posko tersebut.




 
Tim Relawan Muhammadiyah dalam kesempatan itu menyerahkan donasi dan melakukan assesment bersama-sama dengan MDMC Tanggamus. “Donasi ini dari donatur yang telah dihimpun tahap awal, kami ke lokasi karena ingin tau kondisi sebenarnya. Donasi terus akan kami galang,” kata Hasan Basri.

Sementara itu, Widodo selaku Ketua MDMC Lampung Tengah, mengatakan, MDMC Lampung Tengah didirikan baru hitungan hari, belum lama didirikan kami dapat kabar ada bencana di Tanggamus. Selanjutnya kami ajak Lazismu untuk meninjau lokasi.

“Merasa terpanggil dengan kejadian bencana ini kami akan terus bantu semampu kami dan berharap teman-teman yang lain ikut bergabung,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi bersama, lanjut Widodo kepada tim media Lazismu hari ini (15/1/2020), dengan mempertimbangkan kekuatan yang ada, maka kami memilih Dusun Way Kerap, karena dusun ini belum tersentuh sama seklai. “Di sana masih perlu bantuan karena dampak bencana tersebut, sementara pemerintah baru fokus pada sarana umum karena jalan utama sempat lumpuh total,” tutupnya. (na)