• info@lazismu.org


Lazismu Realisasikan Program Rutin Peduli Guru KB/TK Aisyiyah

05/10/2019

Mojokerto – LAZISMU. Tugas dan tanggung jawab guru dalam mencerdaskan generasi muda sangat berat. Di tangan guru ujung tombak proses belajar mengajar berlangsung. Pahlawan tanpa tanda jasa ini memiliki peran ganda. Di rumah untuk mendidik anak-anaknya dan di sekolah mendidik siswa-siswinya.

Namun nasib guru siapa peduli. Peduli guru menjadi salah satu dari sekian banyak mimpi Lazismu kabupaten Mojokerto. Karena itu, perlu data dan informasi yang memadai untuk menjaga wibawa guru. Bersama Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) kabupaten Mojokerto, Lazismu menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam kerja sama program peduli guru KB/TK Aisyiyah se-Kabupaten Mojokerto, Jumat (4/10/2019).

 

Bertempat di kantor PDM kabupaten Mojokerto, penandatanganan MoU ini dihadiri oleh perwakilan PDA, Wakil Ketua PDM bidang zakat, infak dan sedekah serta wakaf, dan Ketua Ikatan Guru TK ABA (IGABA).

 

Sinergi pendidikan kali ini menambah daftar program yang terealisasi dari total lima program unggulan Lazismu kabupaten Mojokerto di tahun 2019. Meski beberapa kendala mewarnai prosesnya, pada akhirnya program peduli guru yang sempat tertunda dapat berjalan.

 

Manajer Lazismu kabupaten Mojokerto, Khoirul Azmi Ridho, mengatakan, guru KB/TK Aisyiyah se-Kab. Mojokerto mencapai 77 orang, sedangkan yang akan menerima manfaat program peduli guru sejumlah 35 orang. “Bentuk pelaksanaan program rutinnya berupa tambahan dana kesejahteraan untuk semua guru se-kabupaten Mojokerto yang belum sertifikasi dan belum menjadi ASN,” katanya.

 

Di masa mendatang, semoga program peduli guru ini menjadi program rutin setiap bulan untuk menunjang tasaruf zakat di bidang pilar pendidikan, khususnya untuk guru-guru pra-sejahtera. “Tiga bulan pertama, yakni sampai akhir 2019, diberlakukan uji coba program, mana-mana yang perlu diperbaiki secara teknis atau kesepakatan,” jelas Ridho.

 

Sepanjang tiga bulan masa percobaan, dana zakat, infak, dan sedekah yang ditasarufkan untuk program peduli guru lebih dari Rp 10 juta. Sehingga, Lazismu akan berupaya maksimal mewujudkan kesejahteraan guru. Sebagai pendukung kesepakatan kerja sama tersebut, Lazismu akan menyuplai majalah Matahati Lazismu untuk seluruh guru TK/KB Aisyiyah se-Mojokerto.

 

 “Mengingat begitu miris, ada guru yang masa kerja sudah 17 tahun, namun hanya mendapat gaji Rp 50 ribu setiap bulan,” ungkap Nurhadi, Koordinator bidang Lazis Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten Mojokerto. (kar/ich)