• info@lazismu.org


Lazismu Serahkan Rumah Berkah untuk Bu Nur yang Sebelumnya Tinggal Di Pos Ronda

05/10/2019

Parepare – LAZISMU. September lalu, Lazismu Parepare berencana membangun rumah Ibu Nursaidah. Hal itu dilatarbelakangi kondisi Ibu Nur bersama anak bungsunya yang tinggal di gubuk bekas pos ronda. Keprihatinan itu mencetuskan upaya bagi amil Lazismu melakukan fundraising dari beberapa pihak yang prihatin terhadap kondisinya.

Pada tahap perencanaan, Lazismu menghitung biaya pembangunan rumah sederhana untuk Ibu Nur. Tukang disiapkan dan telah bekerja mendirikan tiang-tiang rumah tersebut. Rumah yang akan menjadi hunian ibu yang gagal ginjal ini berdiri di atas sebidang tanah yang luasnya berukuran 5 x 6 meter.

 

Salah seorang warga atas izinnya berkenan tanahnya dibangun untuk rumah Ibu Nur. Setelah berkoordinasi dengan divisi fundraising, Rosmala Dewi Devisi, Lazismu memperoleh total penghimpunan sebesar Rp 15 juta.

Momen membahagiakan terpancar dari wajah Ibu Nur, karena pada Jum’at, 4 Oktober 2019, Lazismu menyerahkan satu unit rumah baru yang berlokasi di kelurahan Bukit Harapan, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

 




 
Acara serah terima Rumah Berkah tersebut diserahkan lansung oleh Erna Rasyid Taufan, selaku Ketua Lazismu Parepare yang disaksikan oleh Komandan Kodim 1405 Mallusetasi bersama Ketua Persit Kartika Candra Kirana, Polres Parepare, Camat Soreang dan Lurah Bukit Harapan. Serah terima ini didukung berbagai organisasi seperti FKPPI, BKMT, FKCA, Dharma Wanita, PKK, Dekranasda,Pemuda Muhammadiyah, IMM, Nasyiatul Aisyiyah, dan Ortom Muhammadiyah.

 

Erna Rasyid Taufan dalam sambutannya mengatakan, semua pihak telah mendukung terealisasinya program Rumah Berkah. Sehingga di Jum’at berkah kita sama-sama saksikan serah terima rumah itu. Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berdonasi melalui Lazismu, khususnya dari YBM PLN area Parepare yang bersinergi dengan Lazismu.

 

Ibu Nur saat menerima rumah berkah tersebut begitu bahagia, senyum merekah menghiasi wajahnya. Terima kasih banyak Pak, saya tidak pernah membayangkan akan memiliki rumah. “Dulu saya hanya menempati sebidang tanah dengan bangunan gubuk bekas pos ronda,” katanya.  (sf)