• info@lazismu.org


Lazismu Tingkatkan Penguatan Kapasitas Amil se-Jateng

14/10/2019

Semarang - LAZISMU. Lembaga amil zakat dituntut menyesuaikan perkembangan zaman yang terus berubah. Amil dalam aktivitasnya tidak melulu berbicara legalitas dan fikih syariah. Lebih dari itu, bagaimana amil dapat meningkatkan kualitasnya agar menjadi amil profesional. Salah satunya dengan menggelar workshop, seperti yang dilakukan Lazismu Jawa Tengah.

 

Bertempat di Hotel Metro, Kota Semarang, 126 amil hadir mewakili 35 Kantor Layanan Lazismu daerah se-Jawa Tengah. Pertemuan bertajuk “Workshop Capacity Building” ini berlangsug selama dua hari, mulai dari 12 – 13 Oktober 2019.

 

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, H. Tafsir, mengatakan,  langkah Lazismu harus diapresiasi, yang telah menunjukkan perkembangan positif dengan diperolehnya status audit atas tata kelola keuangannya dengan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) yang  diaudit oleh akuntan publik beberapa waktu lalu.

 

Tafsir menyampaikan, mengelola lembaga zakat itu tidak cukup hanya memenuhi legalitas dan standar syariah saja. Agar menjadi lembaga amil yang kompeten dan terpercaya harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Lembaga amil dituntut untuk memenuhi kualifikasi standar profesionalitas.

 

Salah satunya standar profesi amil, bila dalam perkembangannya diperlukan syarat amil harus bersertifikat, maka Lazismu harus siap. Dalam kerangka itulah, ia menyarankan agar Lazismu tidak ragu-ragu mengikutkan amil sebanyak mungkin dalam program sertifikasi profesi amil.

 

Tafsir mengingatkan agar Lazismu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan. Untuk itu, manjemen risiko yang bagus harus diterapkan untuk menjaga kredibilitas dan transparansi untuk menjadi lembaga amil zakat yang terpercaya.


 

Dalam kesempatan itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Dodok Sartono, mengungkapkan, acara ini dilaksanakan untuk mengejar target IKU (Indikator Kinerja Utama) dan IKAL (Indikator Kinerja Aksi Layanan) yang sudah ditetapkan Lazismu Pusat di wilayah Jawa Tengah.

 

Dirinya menganggap penting menggugah kembali semangat dan motivasi para amil zakat Lazismu se-Jawa Tengah agar meningkatkan kinerjanya terkait indikator-indikator kinerja yang telah disepakati bersama.

 

Dalam dua hari pertemuan, ada dua agenda yang berlangsung di saat yang bersamaan. Di satu sisi ada pelatihan keuangan, yang diperuntukkan bagi semua personil pengelola keuangan Lazismu di daerah. Diprioritas karena ketertiban administrasi dalam sebuah organisasi besar butuh kesamaan pemahaman terhadap satu sistem keuangan yang di terapkan.

 

Di kondisi berbeda, pelatihan juga sangat dibutuhkan bagi semua pimpinan / Badan Pengurus di lembaga amil zakat seperti Lazismu. Maka sebagai pengendali arah kebijakan Lazismu di semua daerah sangat diperlukan kesamaan visi dan arah pengembangan organisasi ke depan, agar mampu menyelaraskan program dengan tuntutan zaman di era milenial. (cs)