• info@lazismu.org


MDMC Dirikan Poskor Gempa Maluku Di Ponpes Al-Anshar Salahutu, Maluku Tengah

01/10/2019

Maluku – LAZISMU. Peristiwa bencana yang terjadi di Indonesia, seperti datang tanpa jeda. Belum usai penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan, Pulau Maluku dilanda gempa berkekuatan 6.8 SR. Kota Ambon mengalami goncangan, terutama Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Maluku Tengah, pada pukul 08.46 WIT, pada Kamis (26/9/2019).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam rilisnya mencatat (29/9/2019), ada 108 jiwa di Kabupaten Maluku Tengah, 13 jiwa di Kabupaten Seram Bagian Barat dan 31 jiwa di Kota Ambon, sehingga total keseluruhannya mencapai152 jiwa. Sedangkan data sementara warga yang mengungsi hingga saat ini menjadi 25.000 jiwa.

Gempa dengan pusat kedalaman 10 km itu tidak berpotensi tsunami seperti disampaikan Agus Wibowo selaku Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. Namun dampaknya mengakibatkan 534 rumah rusak, kemudian 12 unit rumah ibadah, 8 kantor pemerintahan, 6 sarana pendidikan, 1 fasilitas kesehatan, 1 pasar, dan 1 jembatan dinyatakan rusak.

Pasca peristiwa itu, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia dan Persatuan Mahasiswa Kesehatan Maluku (PMKM) sejak 26 September bergerak merespons untuk siaga darurat. Melalui Tim Klinik Apung Said Tuhuleley, beberapa korban gempa berhasil ditemukan untuk mendapatkan pertolongan.  

MDMC Indonesia juga berkoordinasi dengan tim asistensi bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku menyepakati pembetukan Pos Koordinasi (POSKOR) di Ponpes Al-Anshar, Negri Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, dengan koordinator saudara dr. Taher, demikian disampaikan Doni Halim Mutiasa, Tim Asistensi MDMC Indonesia (29/9/2019).

Doni saat ini masih berada di lokais pengungsian yang berada Pulau Seram. MDMC sedang melakukan koordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Seram Bagian Barat (SBB), katanya melalui saluran daring (1/10/2019).

Dalam koordinasi tersebut, Koordinator Tanggap Darurat MDMC, Indrayanto, mengimbau kepada pegiat MDMC di seluruh Indonesia menggelorakan penggalangan dana di wilayah masing masing untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah baik gempa Ambon dan musibah tragedy kemansuiaan di Wamena, Papua. “Mekanisme pengumpulan dana terpusat melalui Lazismu,” katanya. (na)