• info@lazismu.org


Menjawab Peningkatan Angka Kemiskinan Di Sumenep, KL Lazismu Resmi Diluncurkan

20/10/2019

Sumenep – LAZISMU. Perluasan kantor layanan (KL) Lazismu tahun ini kembali bertambah, di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Keberadaan KL tersebut secara resmi dibuka peluncurannya oleh Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Jl. Urip Sumoharjo 8A Pabian Sumenep, Madura, Jawa Timur (20/10/2019).

Peluncuran yang berlangsung pukul 08.00 WIB, dihadiri Ketua Lazismu Jawa Timur, Zainul Muslimin, Komisaris PT. Pembangkitan Jawa Bali, Defy Indiyanto Budiarto, Wakil Pengasuh Ponpes Al-Islah Sendangagung Lamongan, Piet H. Khaidir, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep, Moh. Yasin, dan Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumenep, Hamdan, serta 201 undangan meriahkan acara ini.

 

Acara bertajuk Berderma untuk Kemakmuran Masyarakat Sumenep: Strategi Membangun Kekuatan Ekonomi Melalui Lazismu, resmi dibuka. Direktur Lazismu Sumenep, Abd. Manan Rifa’ie menyampaikan, berdirinya KL Lazismu Sumenep untuk membantu lembaga zakat pemerintah dalam menyalurkan dan mendistribusikan zakat.

 

Disamping itu, Lazismu juga mempunyai visi dan misi untuk membantu Pemerintah dalam menekan angka kemiskinan. “Kemiskinan adalah persoalan yang sampai saat ini masih sulit ditangani oleh pemerintah, sehingga dengan adanya lembaga ini diharapkan dapat mengurangi beban pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan khususnya di Kabupaten Sumenep dengan meningkatkan potensi zakat.” katanya.

 

Menurutnya, Lazismu diharapkan nantinya dapat menjadi penyambung kebutuhan masyarakat Sumenep yang akan menunaikan zakat. Dan peran Lazismu dapat menyosialisasikan pentingnya untuk kesadaran membayar zakat, infak dan sedekah sebagai amal jariyah di kemudian hari.

 

Direktur Utama Lazismu, Hilman Latief, dalam sambutannya mengatakan, amat mengapresiasi atas kehadiran Lazismu di sini, terbentuknya lembaga pengelola zakat non pemerintah atas inisiatif pengurus Muhammadiyah.

 

Sebagai lembaga zakat di luar pemerintah, KL Lazismu Sumenep hendaknya dapat bersinergi dengan lembaga zakat pemerintah dalam pengelolaan zakat yang pelaksanaannya bisa dengan melakukan pemetaan dalam mengelola zakat. Misalnya, Lazismu dan BAZ hendaknya selalu duduk bersama membahas bagaimana untuk mengoptimalkan potensi-potensi zakat,” jelasnya.





 

Potensi zakat di Sumenep, terang Hilman, perlu ditingkatkan agar dapat mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan antara yang kaya dan miskin. Hilman meminta agar lembaga-lembaga pengelola zakat, baik milik pemerintah atau bukan selalu menyosialisasikan zakat.

 

Masih ada kelemahan di dalam praktiknya seperti kemampuan kita untuk mencari sumber-sumber zakat yang masih terbatas. Hal itu disebabkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat masih rendah sehingga memang perlu sosialisasi agar masyarakat gemar berzakat dan lebih terakomodir,” sambungnya.

 

Upaya ini tanggung jawab kita semua dan para pemangku kepentingan, Islam telah memberikan   kita semua perintah yang bersumber dari Al-Qur’an untuk mengambil hak kaum duafa dari harta kita. Bisa dibayangkan jika masyarakat gemar berzakat, maka tidak menutup kemungkinan dapat menekan angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep yang akan berdampak luas pada proses pembagunan,” paparnya. (gempardata/sn/why)