• info@lazismu.org


Milenial Wow, Sudah Sulit Bayar SPP Rochim Masih Sisihkan Uang Infak Setiap Bulan

11/11/2019

Sidoarjo – LAZISMU. Betapa tidak, mahasiswa semester III, Jurusan Akuntansi, yang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) ini harus bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Rochim mahasiswa perantauan asal Ponorogo memastikan gurihnya berkuliah tanpa biaya dari orang tua.  

Kondisinya tidak seberuntung teman-teman kuliahnya. Rochim seorang yatim-piatu. Keadaan ini membuatnya harus berjuang keras agar tetap bisa merasakan bangku kuliah. Ia mengaku harus pandai mengatur keuangan. Kapan uang keperluan hidup sehari-hari dikeluarkan dan kapan uang untuk kebutuhan kuliah dicari selama di Kota Sidoarjo.

 

Di tengah perjuangannya untuk hidup dan menabung agar tetap bisa membayar biaya kuliah, Rochim di sela-sela waktu kuliahnya berprofesi sebagai tenaga pemasaran kendaraan bermotor roda dua. Untuk menambah pundi-pundinya lagi, ia juga memasarkan pintu sliding (buka-tutup secara digeser).

 

Dalam kerja kerasnya itu, uang yang dikumpulkan masih harus dialokasikan lagi untuk diinfakkan melalui GIZMA (Gerakan Infak dan Zakat Mahasiswa Umsida). Bagi mahasiswa dengan tiga bersaudara ini, berbagi akan membuatnya menjadi bahagia di saat hidup penuh dengan ketidakpastian.

 

Rochim mengaku, mengenal program GIZMA saat tim relawan Kantor Layanan (KL) Lazismu Umsida melakukan sosialisasi di kelasnya yang mengajak para mahasiswa untuk menyisihkan uang saku sekali dalam sepekan untuk disalurkan melalui program GIZMA.

 

“Sejak saat itulah dirinya terus menyisihkan uang jajannya untuk membayar infak,” cerita Rochim mengikrarkan diri. Agar janji sucinya tak terlupakan, di kamar kosnya ada celengan yang ditempatkan khusus untuk diisi rupiah setiap harinya. Jika sudah penuh, sambungnya, lalu diserahkan ke KLL Umsida setiap akhir bulan (10/11/2019).

 

GIZMA sendiri merupakan program yang bertujuan mengedukasi dan menumbuhkan jiwa kepedulian sosial di kalangan kaum muda. Keterlibatan generasi muda dalam gerakan kedermawanan dan kemanusiaan bagian dari cara mahasiswa Umsida mengaktualisasikan diri melalui filantropi.

 

Di dalamnya ada penggalangan dana dan keterlibatan aktif mahasiswa pada kegiatan sosial kemanusian di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar. GIZMA dilaksankan sekali dalam sepekan melalui para relawan KL Lazismu Umsida yang serentak bergerak ke setiap kelas untuk menghimpun donasi.

 

Sudah dua bulan ini, Rochim aktif menyisihkan uang jajan dan menyerahkannya ke KL Lazismu Umsida. Apa yang dilakukannya saat dirinya sendiri dalam keterbatasan menjadi cerita inspiratif bagi kita semua. Ternyata berbagi kepada sesama tak harus menunggu kaya, dan setiap diri kita dapat menjadi pahlawan bagi orang lain. Selamat Hari Pahlawan! (yp)