• info@lazismu.org


MPM dan Lazismu Gelar Pelatihan Budi Daya Cacing dan Uji Coba Tanam Padi Gogo Organik

06/10/2019

Palu – LAZISMU. Peristiwa gempa Palu dan Sigi pada 28 September tahun lalu, masih menyisakan cerita. Apalagi dalam sejarah gempa di Indonesia, selain diikuti gelombang tsunami, masyarakat dikejutkan dengan fenomena likuifaksi yang menerjang kawasan Petobo, Palu. Rumah pemukiman warga hilang tertelan lumpur.

 

Ada beberapa desa di kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi yang terdampak gempa berkekuatan 7.4 SR saat itu.  Salah satunya Desa Lengaleso rata dengan tanah akibat likuifaksi. Selain kehilangan tempat tinggal warga juga kehilangan mata pencaharian. Di desa ini pula lembaga amil zakat nasional dalam hal ini Lazismu melakukan pendampingan bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Majelis Pemberdayaan Masyartakat. (MPM).

 

Keberlanjutan pendampingan pascagempa masih berlanjut, pada 4 – 5 Oktober 2019, MPM bersama Lazismu, menggelar pemberdayaan dan pelatihan masyarakat. Pelatihan digelar dengan mengaktivasi budidaya cacing di Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

 

Dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) ini, Rudianto selaku tim fasilitator MPM mengatakan, program pemberdayaan ini diikuti oleh sebagian warga Desa Langaleso sendiri dan Kotarindau. “Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 35 orang,” katanya.

 

“Dalam budidaya cacing, jenis cacing yang diplih berasal dari Jawa Tengah. Di samping budidayanya, nilai tambahnya yang akan dihasilkan adalah produksi pupuk kascing (bekas cacing),” jelasnya.

 




 
Rudianto menambahkan, pelatihan dilaksanakan pada 5 oktober 2019, yang dilanjutkan dengan implementasi serta uji coba pembudidayaan padi INPAGO (Inhibrid Padi Gogo). Jenis padi ini, memiliki keunggulan dari jenis padi lainnya yaitu, tidak membutuhkan banyak air dalam pengelolaannya. Masa tanamanya relatif singkat, membutuhkan waktu 110 hari untuk mengetam.

 

“Model pembinaan yang dilakukan MPM kepada para petani diharapkan dapat berkelanjutan samapai dengan Januari 2020 oleh tim Rehab-Rekon Majelis Pemberdayaan Masyarakat (TRR MPM). Pendampingan initelah dipersiapkan matang hingga pascapanen, bahkan sampai dengan penjualannya,” paparnya.

 

Secara terpisah, Rudianto yang karib disapa Dava saat dihubungi mengatakan, kerjasama Lazismu dan MPM menginisiasi pelatihan ini sebagai wujud menggerakkan lahirnya Jatam (jamaah tani muhammadiyah). Sedangkan Lazismu Sigi yang berkolaborasinya di dalamnya memiliki badan usaha yang bernama Luku atau Lembaga Usaha Kualitas Unggul. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari bantuan Muhammadiyah sejak pascagempa tsunami dan likuifaksi September tahun 2018.

 

Hadir dalam acara pelatihan dan pemberdayaan, Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu yang juga sebagai mitra kolaborasi yang diwakili oleh  Saifudin Wakil Rektor III sekaligus sebagai Ketua MPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM)  Sulawesi Tengah, sekalian membuka pelatihan secara resmi. (dv)