Napak Tilas Lazismu Kabupaten Tebo Di Rimbo Bujang Menyapa Suku Anak Dalam

19/08/2020

Jambi - LAZISMU. Sulit membayangkan apa yang dilakukan pegiat zakat hingga sampai ke suatu kawasan terpencil. Mereka menyusuri perjalanan tak biasa berjam-jam dengan medan terjal dan mengocok perut. Medio, 9 Agustus 2020, para amil Lazismu bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Tebo memantapkan misinya untuk menyalurkan sembako kepada suku anak dalam. 

Wilayah Kecamatan VII Koto Ilir, tepatnya di Desa Balairajo HPH Km. 18 masih sangat jauh, tiga mobil minibus yang membawa rombongan telah melewati jalan dengan kontur tanah bervariasi. Tiga puluh menit pertama mobil melintasi jalan aspal sebagai jalan arteri yang dulunya menembus ke provinsi Sumatera Barat. 

Rombongan langsung tancap gas, satu jam berikutnya, kendaraan yang mereka tumpangi tiba di Kabupaten Tebo. Wilayah dengan kondisi jalan yang sudah akrab bagi para dai-dai Muhammadiyah yang biasa syiar di lokasi terpencil. 

Jalan tanah yang tidak normal, berlubang terus menggoyang kendaraan dengan laju roda yang naik turun yang cukup membuat para penumpang terpental dari jok kursi mobil. Sepanjang perjalanan mereka nikmati dengan material debu yang pekat di saat musim kemarau.

Untuk sampai ke lokasi, perjalanan tak akan menarik jika tak melewati Sungai Batanghari. Kendaraan harus menyeberang dengan Kapal Tunda yang sudah tersedia dan terikat pada badan kapal ponton (tongkang) yang telah dimodifikasi menjadi alat penyeberangan bagi kendaraan-kendaraan besar yang ingin melintas menuju Desa Balairajo. 

Pada tiga puluh menit terakhir mobil yang ditumpangi menapaki pengerasan jalan. Di sepanjang jalan, baik sisi kiri dan kanan, pemandangan pohon karet cukup membuat perjalanan jadi monoton.  Rumah sartu dengan rumah yang lain jaraknya berjauhan. Terlihat kondisi rumah berbahan kayu masih mudah didapati di sepanjang jalan ini. 

Tiba di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan acara yang dipimpin langsung oleh Direktur Lazismu Kabupaten Tebo. Antusiasme terpancar dari wajah suku anak dalam. Muhammad Sohir Ketua RT setempat, menyambut baik kedatangan tamu dari Muhammadiyah Tebo. 

“Kami sangat senang sekali kedatangan tamu-tamu jauh, semoga akan terus berlanjut hubungan silaturahim ini. Terima kasih kepada bapak Zein yang telah menjembatani Lazismu dan warga,” kata Sohir.  

Selaku dai yang biasa berkomunikasi dengan suku anak dalam, bapak Zein, bersama dengan para rombongan Lazismu dan AMM membagikan sembako kepada warga suku anak dalam khususnya di Kelompang Jaya.




 

Misi Lazismu Kabupaten Tibo tak berhenti di situ, pada 12 Agustus 2020, perjalanan seru itu kembali ditempuh. Lazismu mulai mendapati informasi keberadaan rumah-rumah warga dan sekolah satu atap di Kelompang Jaya. Bagi suku anak dalam, kedatangan Lazismu dan rombongan telah lama dinanti. 

Perasaan bahagia dan haru terasa saat warga suku anak dalam menanti, mereka sudah mengenakan pakaian rapi khas suku anak dalam dan kaum perempuan menggendong anak-anak mereka. 

Saat diresmikannya Lazismu di Kabupaten Tebo, komitmen syiar dakwah Muhammadiyah terkonsentrasi pada pemberdayaan kaum duafa dan orang-orang yang terpinggirkan, di wilayah Kabupaten Tebo. Salah satu program yang telah digagas oleh Lazismu adalah berdakwah ke salah satu suku yang sangat terkenal di Provinsi Jambi, Suku Anak Dalam (SAD). 

Mereka mudah ditemui di wilayah sekitaran Taman Nasional Bukit Tiga Puluh yang membelah provinsi Jambi dengan provinsi Riau. Pada Idul Adha kemarin, program pembagian paket sembako sebagai upaya memantik program Qurban Untuk Ketahanan Pangan menyasar sampai ke sini. 

Mirza Iskandar Putra selaku dai dari Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menurut ceritanya juga merangkap sebagai Direktur Lazismu Kabupaten Tebo. Saat ditemui oleh amil Lazismu, di pelataran masjid Takwa Muhammadiyah Rimbo Bujang (12/8/2020) banyak kisah yang tak mungkin bisa diungkap dalam kisah ini.  

Dalam syiar dakwah tersebut, Mirza mengatakan, ada tiga program unggulan di pertengahan tahun, salah satunya pembagian paket sembako bagi kaum duafa dan guru-guru yang mengajar di Amal Usaha Muhammadiyah. 

“Menyusul kemudian program penyembelihan hewan kurban di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Sidorukun, Kecamatan Rimbo Ulu, dan ditutup dengan pembagian paket sembako ketahanan pangan jilid dua kepada Suku Anak Dalam (SAD),” paparnya.

Selepas zuhur, acara pembagian paket sembako ketahanan pangan jilid dua resmi dibuka oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tebo. Selanjutnya pembagian kepada kaum duafa yang terdata pada masing-masing ranting yang tersebar di Kabupaten Tebo. 

Kami sangat senang sekali dengan adanya program-program Lazismu walau baru diresmikan tetapi sudah memberikan bukti nyata. Mereka berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan di sini kepada warga yang membutuhkan,” kata Tarno Affandi selaku Ketua PDM Kabupaten Tebo.

Selesai salat magrib pembagian paket sembako dilanjutkan kepada guru-guru yang tersebar di AUM se-kabupaten Tebo. Sebagai bentuk meningkatkan kegairahan para guru tentunya diberikan apresiasi atas usaha mereka menghidupkan sekolah-sekolah Muhammadiyah di kabupaten Tebo.

Lazismu mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang sudah memercayakan amanahnya kepada Lazismu. Suksesnya pelaksanaan program ini tak mungkin dilakukan Lazismu sendirian, ada banyak yang turut menyukseskan acara ini terutama AMM dan PDM Kabupaten Tebo. (es)