• info@lazismu.org


Pemulihan Kondisi Psikologis Pengungsi Wamena Perhatian Utama MDMC

06/10/2019

Jayapura – LAZISMU.  Pascaperistiwa yang melumpuhkan aktivitas utama warga Wamena pada Senin 23 September kemarin, berdampak pada ribuan orang yang mengungsi dan eksodus dari wilayah Wamena. Para pengungsi masih berada di lokasi pengungsian di Jayapura, Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Indonesia yang didukung penuh Lazismu ikut terlibat dalam penanganan pengungsi Wamena.

Di Jayapura sendiri para pengungsi ditampung di beberapa lokasi pengungsian sebelum mereka kembali ke daerah asal di luar Provinsi Papua. Koordinator Pos Koordinasi Muhammadiyah, Suparman, mengabarkan, penanganan pengungsi kali ini dilakukan sejak awal kejadian.

“Muhammadiyah Jayapura telah memberikan bantuan kepada para pengungsi Wamena, yang disalurkan kepada pengelola tempat pengungsian seperti di Aula Lapangan Udara (Lanud) dan Aula Batalyon 751/Raider,” katanya. Selain itu, Muhammadiyah juga memberikan santunan kepada para korban terluka yang saat ini masih di rawat di RSUD Dok II Kota Jayapura”, pungkasnya.

Apa yang dilakukan Muhammadiyah Jayapura ini merupakan bagian dari kepedulian sosial sesama umat manusia. Bantuan untuk para korban bencana tanpa memandang perbedaan etnis dan agama. Hal ini pula yang ditegaskan oleh Tri Mulyadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jayapura, bahwa keberadaan Muhammadiyah selain mengelola pendidikan juga memberikan bantuan kemanusiaan.

“Kehadirannya dalam setiap kejadian bencana memerhatikan para warga terdampak. Saat banjir bandang tahun lalu di Sentani misalnya, MDMC memberikan bantuan yang sebagian besar warga asli Papua dan bukan beragama Islam, semua mendapat bantuan, begitulah ajaran yang kami yakini untuk berbagi dan menolong”, paparnya.

Muhammadiyah Jayapura memberikan bantuan pada pengungsi, lebih memperhatikan aspek-aspek non-fisik terutama kebutuhan psikologis. Strategi ini dipilih karena sudah banyak lembaga sosial dan masyarakat yang memberikan bantuan dalam bentuk barang sudah banyak.

Naibul Umam dari MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, yang hadir langsung mendampingi mengatakan, Muhammadiyah mengambil peran sesuai kebutuhan pengungsi (5/10/2019). “MDMC telah melakukan kajian kebutuhan dan pilihannya memberikan bantuan dalam bentuk pemulihan kondisi psikologis pengungsi. Sasarannya anak- anak sehingga kami memutuskan untuk memberikan bantuan berupa permainan anak-anak dan buku buku bacaan seperti majalah dan komik”, jelasnya.Tidak hanya itu, relawan MDMC juga merespons para pengungsi yang berada di rumah sakit setempat untuk memberikan dukungan secara psikologis.

Sebagian besar pengungsi, lanjut Umam berasal dari Sumatera, Sulawesi dan Jawa yang ditampung sementara di lokasi-lokasi pengungsian sebelum mereka kembali ke daerah asal masing-masing. MDMC juga memerhatikan betul asupan gizi yang dibutuhkan para pengungsi. Salah satunya dengan mengirimkan bantyuan berupa buah-buahan. (nu/na)