• info@lazismu.org


Relawan MDMC Pendamping Pengungsi Warga Wamena di Pengungsian Mayoritas Anak-anak Muda

06/10/2019

Jayapura – Lazismu.  Ribuan pengungsi Wamena yang ditampung di beberapa lokasi di Jayapura kini kondisinya berangsur membaik setelah mendapatkan pendampingan dari relawan kebencanaan yang datang ke lokasi pengungsian. MDMC juga turut memberikan bantuan kepada para pengungsi tersebut. Relawan MDMC melakukan kegiatan kemanusiaan ini dengan khidmat serta didukung penuh oleh Lazismu.

Di lapangan mereka berbagi peran dalam menjalankan tugasnya, antara lain melakukan pendataan pengungsi, menyediakan barang bantuan, melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mengunjungi korban yang dirawat di rumah sakit dan mendampingi anak-anak di lokasi pengungsian.

Wahyu Shaqti Ramadhani, misalnya, mahasiswa ini turut ambil bagian dengan tugas melakukan survei kebutuhan pengungsi. “informasi yang kami cari seputar kebutuhan pengungsi, mana yang prioritas kebutuhannya itu yang di data,” katanya saat berada di lokasi pengungsi di Jayapura,”

Kebutuhan paling penting setelah survei adalah pemulihan psikologis bagi anak-anak, maka kami segera keliling Jayapura mencari toko-toko penjual mainan anak anak. Setiap toko kami kunjungi, bila perlu bertemu langsung dengan pemilik toko agar mereka bersedia memberikan harga yang lebih murah karena ini untuk kegiatan sosial kemanusiaan,” tuturnya.

Selain Wahyu, masih ada relawan lain yang mendapatkan peran serupa, yakni Zulkarnain Muslim Asrialdo. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai staf di KPU Jayapura. Dirinya mengaku mendapatkan tugas untuk mengelola urusan kesekretariatan.

“Saya mendapatkan tugas menyiapkan kebutuhan administrasi dan kesekretariatan, seperti menyediakan spanduk dan lain-lainnya. Termasuk mencari tempat penyedia jasa pembuatan spanduk dengan cepat karena kebutuhan yang darurat dan mendadak,” katanya. Beberapa tempat harus saya datangi, kadang saya harus menunggu agar proses berjalan cepat dengan hasil yang maksimal,” bebernya.

Masih banyak anak-anak muda yang terlibat dalam penanganan pengungsi Wamena di Jayapura ini bersama MDMC. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, bahkan ada yang masih berstatus sebagai pelajar SMA. Keterlibatan mereka atas keinginan pribadi sebagai bagian dari panggilan kemanusiaan setelah melihat ribuan pengungsi Wamena yang datang ke Jayapura.

Mereka pula yang turut menggerakkan kegiatan Pos Koordinasi Muhammadiyah Jayapura. Suparman selaku Koordinator, mengatakan, keberadaan relawan ini sangat penting sebagai penggerak. Mereka pula yang pernah ikut terlibat dalam penanganan bencana banjir bandang Sentani tahun lalu. Kiprahnya jelas karena tenaga dan pikiran mereka untuk mempercepat proses pengelolaan bantuan dan lain-lain,” katanya.

Di Jayapura ini ratusan relawan dari berbagai organisasi sosial kemasyarakatan turut ambil bagian dalam pendampingan pengungsi. Mereka membantu pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar. Sebagian berasal dari Jayapura dan sebagian yang lain berasal dari luar Jayapura. Semuanya bersinergi menjalankan misi kemanusiaan.

Sebagaimana dikatakan Naibul Umam dari MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah (5/10/2019), selama ini pengelolaan penanganan pengungsi di semua lokasi bencana di Indonesia melibatkan relawan yang berasal dari anak-anak muda  Muhammadiyah. Peran mereka sangat penting, seolah tidak tampak, padahal tanpa mereka semua lini tidak akan bergerak. Mobilitasnya  tinggi, sehingga  kemampuan komunikasi yang baik dengan setiap orang ada dalam diri anak-anak muda ini, sambungnya. (nu/na)