• info@lazismu.org

Revolusi Industri 4.0, Tantangan Inovasi Penghimpunan Zakat di Indonesia

05/03/2019

Jakarta – LAZISMU. Saat ini dunia teknologi informasi sudah masuk dalam sektor industri yang terintegrasi secara online. Sebuah revolusi industri 4.0 dimana setiap lini industri saling terhubung yang tidak bisa dihindari. Jum’at (26/1/2018), lembaga amil zakat nasional antara lain Baznas, Lazismu dan NU Care-LAZISNU di Gedung Artaloka, Jakarta menggelar diskusi Fundraising Innovation 2018.

Diskusi itu merupakan respon lembaga amil zakat seiring dengan perkembangan digital.  Deputi Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan di 2018, strategi besar Baznas adalah mencanangkan inovasi zakat digital. Perkembangan teknologi informasi bagi dunia zakat tantangan tersendiri. Menurut Arifin, diharapkan masyarakat semakin giat berzakat agar kesejahteraan sosial terwujud.

Dengan melakukan inovasi teknologi dalam dunia zakat, tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat menunaikan zakatnya. Arifin menambahkan, selain melakukan kampanye gerakan zakat, lini massa online merupakan media informasi  yang bisa diperoleh masyarakat untuk info zakat yang detail.

Senada dengan lembaga amil zakat yang lain, LazismU juga terus melakukan berbagai inovasi. Arahnya sama, memudahkan masyarakat untuk layanan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Manager Fundraising LazismU, Falhan Nian Akbar, mengatakan penghimpunan dan penyaluran zakat secara internal dan eksternal telah dilakukan secara terus-menerus.

“Di internal Lazismu sedang berinovasi untuk membangun sistem IT, jadi sistem manajemen informasi dengan pendekatan IT. Sedangkan di eksternal Lazismu, telah memiliki aplikasi yang bekerjasama dengan kawan baik sebagai mitra strategis.

Sekarang masyarakat bisa mencari informasi tentang zakat melalui aplikasi. Selain kalkulator zakat, Lazismu juga bekerjasama dengan Muslim Vision (MUVON) yang menyediakan saluran zakat online berbasis over the top. “Pada prinsipnya Lazismu sedang membangun layanan ZIS melalui saluran komunikasi online yang memudahkan muzaki,” kata Falhan.

Program-program manarik yang dilakukan Lazismu dipublikasikan secara online. Misalnya elektrifikasi, sebuah program penerangan menggunakan panel surya di NTT yang bersinergi dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang sudah pada tahap kedua untuk 1000 rumah tangga miskin. Termasuk program klinik apung, sebagai layanan klinik kesehatan di pulau-pulau terpencil, seperti di Ambon sampai dengan Papua.

Direktur Fundraising Nu Care – LazisNU, Nur Rohman, mengatakan bahwa gerakan penghimpunan ZIS di NU sejak dua tahun lalu menggunakan cara yang serupa. Ada program Koin (Kotak Infak) dari masyarakat. Di Sukabumi sudah memulai aktivitas-aktivitas seperti ini sebagai pengalaman yang lebih dulu bergerak.

Dalam inovasi digital, Nu Care – LazisNU berupaya membangun tata kelola zakat yang baik, untuk menyosialisasikan zakat dengan trend yang sedang berkembang di Indonesia sehingga dapat mendorong peningkatan dan dinamika zakat. (na)