• info@lazismu.org


Rumahnya Akan Dibedah Lazismu, Saiful Ingin Ibunya Sehat Agar Dirinya Tetap Bisa Bersekolah

13/09/2019

Parepare – LAZISMU. Satu bulan ibu Nursaidah terbaring di gubuk bekas pos ronda. Bu Nur begitu warga Lauleng, Kecamatan Soreang memanggilnya, yang setiap harinya sebagai pembuat batu merah. Dia terpaksa tidak bisa bekerja lagi setelah mengetahui dirinya sakit ginjal setelah berobat di rumah sakit.

 

Bu Nur sebagai tulang punggung keluarga karena suaminya merantau entah ke mana dan harus membiayai seorang putra bungsunya yang masih duduk di kelas tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) 82, Parepare.

 

Dia menceritakan, sakit ginjal yang dideritanya sudah empat kali cuci darah. “Terpaksa berhenti bekerja karena penyakitku ini, saya hanya dirawat anak bungsu saya, saiful namanya setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah,” katanya.

 

Saiful yang membantu mencuci, selain itu membersihkan kotoran selepas buang air besar dan kecil. Bu Nur menambahkan, setelah itu baru berangkat sekolah berjalan kaki karena tidak punya uang untuk naik kendaraan.

 

Tinggal di gubuk ini bukan pilihannya. Dulunya pos ronda warga, karena rumah yang ukuran 2 x 3 meter sebelumnya sudah rusak parah. Warga merelakan pos ronda untuk digunakannya sebagai tempat tinggal. Warga menolong agar Bu Nur agar dapat tinggal dengan nyaman dibandingkan di rumahnya yang sudah rusak para, ungkap salah seorang tetangga kepada Amil Lazismu Parepare.



 

Saiful Amir, Sekretaris Lazismu Parepare didampingi Rosmala Dewi, amil Lazismu mengunjungi rumah Bu Nur pada, Jumat, 13 September 2019, sekitar pukul 10.30 WITA bersama rombongan Guru SDN 82 tempat Saiful, putra Bu Nur.

 

Lazismu menyerahkan sejumlah bantuan berupa bahan makanan dan donasi dari hasil gerakan program Filantropis Cilik yang ada di sekolah-sekolah Kota Pare-pare.

 

"Ini bukti sangat bermanfaatnya program sedekah jumat Lazismu di sekolah lewat Filantropis Cilik. Meski dihimpun dari uang receh, sangat bermanfaat untuk orang lain. Lazismu mengucapkan terima kasih kepada para kepala sekolah yang telah terlibat dalan gerakan berbagi ini, kata Rosmala yang juga Ketua Fundraising Lazismu Parepare.

 

Saiful dengan terharu memohon kepada para dermawan agar menolong orangtuanya. “Mamaku sakit, saya berharap mama bisa sembuh sehingga saya tetap bisa sekolah, ungkap Saiful yang dikenal tergolong anak berprestasi di sekolahnya.

 

Setelah melihat kondisi itu, Lazismu segera akan menggalang donasi kembali untuk membedah rumah Bu Nur. Para dermawan bisa berpartisipasi berdonasi untuk mengulurkan bantuannya.

 

Sementara itu, Hj. Erna Rasyid Taufan, Ketua Lazismu Parepare telah mendapat laporan ini,  sangat mendukung rencana bedah rumah ini. "Kami terharu mendengar informasi ini, saya dukung rencana bedah rumah tersebut, dan mengajak para donatur meringankan masalah Bu Nur. “Tidak ada yang berat kalau kita bersama-sama untuk berbagi kepada yang membutuhkan, kata Erna. (sf)