• info@lazismu.org


Sakit Hirschsprung Sejak Lahir, Arifin 1 dari Anak Kembar Sri Rahayu Membutuhkan Pertolongan

18/09/2019

Belitung – LAZISMU. Selasa menjelang siang, kantor Lazismu di Belitung kedatangan tamu. Tamu istimewa itu, seorang ibu dan dua orang anak (18/9/2019). Amil Lazismu menyambutnya dengan gembira lalu mempersilahkan masuk ke ruangan untuk duduk di kursi yang telah tersedia.

Tak lama kemudian, amil mengawali cerita dengan memertanyakan maksud  dan tujuannya datang ke kantor ini. Ibu dua orang anak ini bercerita, jika salah satu dari dua anak yang dibawanya menderita sakit Hirschsprung Disease.

Mendengar nama penyakit itu, amil masih merasa asing apalagi jenis penyakit serta keluhannya. Namun ibu tersebut menjelaskan lebih rinci sejak lahir anaknya susah buang air besar (BAB), sehingga butuh obat pencahar ketika BAB untuk memudahkan keluarnya feses.

Sampai berita ini diturunkan, amil mencoba mencari tahu apa nama jenis penyakit ini. Melalui mesin pencari google, diperoleh informasi bahwa penyakit Hirschsprung adalah gangguan pada usus besar yang menyebabkan feses atau tinja terjebak di dalam usus. Penyakit bawaan lahir yang tergolong langka ini bisa mengakibatkan bayi tidak bisa buang air besar sejak dilahirkan, mengutip alodokter.com.  

Diketahaui ibu malang ini bernama Sri Rahayu Ningsih (43), sebetulnya dia memliki tiga anak, Anak pertama perempuan duduk di kelas 9 SMP, sedangkan kedua adiknya kembar laki-laki salah satunya bernama Arifin. Sri Rahayu menceritakan kembali bahwa obat pencahar tidak menjadi solusi, dampak dari penyakit ini perutnya membengkak bahkan sampai muntah bercampur dengan feses yang keluar dari mulut.

Anak itu bernama Arifin, usianya 5 tahun. Beberapa bulan lalu Arifin telah menjalani operasi untuk dibuatkan lubang pembuangan feses sementara di daerah perut. Karena kondisi yang terbatas dalam sehari dia membutuhkan satu kantong penampung feses untuk sekali pakai yang dilekatkan diperutnya.

Lantas M. Nadhirin Ketua Lazismu Belitung begitu terkejut. Menururtnya jika satu kantong dapat dipakai untuk satu hari, sedangkan harga kantong per pcs nya Rp. 40 ribu, bagaiman ibu ini dapat membelinya, sementara kondisi orangtua Arifin bekerja serabutan.
 
Melihat kondisi itu, Lazismu melului program Ta'awun Kesehatan, mempertimbangkan apa yang harus dilakukan untuk menolong Arifin. Beban biaya pembelian kantong untuk Arifin perlu dicari solusinya. Nadhirin akhirnya mengajak donatur (muzaki) menggalang dana untuk meringankan beban Arifin.

Lazismu memutuskan dengan petimbangan Arifin perlu segera ditolong. Atas amanah donatur, setiap bulannya Arifin akan dibantu untuk mendapatkan kantong penampung feses, sambil menunggu proses operasi lanjutan di Jakarta yang direncanakan awal Januari tahun depan.

Lazismu mengajak donatur untuk meringankan derita Arifin sehingga dapat segera pulih. Lazismu juga mengucapkan terima kasih pada semua donatur di Belitung yang telah memberikan sebagain rezekinya untuk Arifin. Lazismu berharap program Ta'awun Kesehatan dapat memberikan manfaat kepada warga yang membutuhkan selain Arifin. (na)