• info@lazismu.org


Senarai Kunci Sukses Mengelola Lembaga Amil Zakat (Bagian 1)

09/02/2020

Sragen – LAZISMU. Apakah bapak, ibu yang hadir di sini sudah fokus mengelola Lazismu ? Berikut pertanyaan yang terlontar dari Badan Pengawas Lazismu Sragen, Kusnadi Ihwani saat menerima rombongan Lazismu Kota Semarang, Sabtu (8/2/2020) di ruang pertemuan Lazismu Sragen.

Didasari semangat sebagai lembaga amil zakat yang terpercaya, Lazismu Kota Semarang meyakini harus ada perubahan yang mendasar dalam mengelola sebuah kantor layanan zakat. Melakukan perubahan membutuhkan referensi dan pembelajaran. Hal ini tercetus pada saat raker di akhir November lalu. Hasilnya tercetus sebuah putusan untuk studi lapangan ke kantor Lazismu yang berprestasi.

Rencana kunjungan itu benar-benar diwujudkan. Dengan semangat yang menggebu, rombongan berangkat dari Kota Semarang dari pukul 06.00 WIB. Rombongan dikoordinir oleh Nur Shodiq, Ketua Kantor Layanan (KL) Lazismu Banyumanik, sekaligus menjadi lokomotif yang mengalirkan kumparan energi bagi teman-teman KL yang lain. Pagi itu rombongan yang berangkat sebanyak 29 orang.

Rombongan amil terdiri dari 8 kantor layanan zakat di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan AUM (amal usaha Muhammadiyah) yang ada di Kota Semarang. Antara lain KL Banyumanik, KL Gajahmungkur, KL Genuk, KL Ngaliyan, KL Gayamsari, KL Pedurungan, KL Semarang Timur dan KL RS Roemani, yang semuanya dibawah koordinasi Kantor Lazismu Kota Semarang.

Tiba di Sragen, rombongan diterima oleh direktur, badan pengurus dan pengawas Lazismu Sragen, beserta segenap amil yang telah di persiapkan. Badan Pengawas Lazismu Sragen, Kusnadi Ikhwani, yang juga diamanahi sebagai Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah membeberkan pengalamannya mengelola Lazismu Sragen sejak 2011.

Salah satu hal yang utama disampaikan Kusnadi adalah keseriusan para pengurus dalam mengelola zakat. Fokus pada upaya memberikan solusi pada setiap permasalahan. Mengerahkan segala upaya pengembangan, membangun hubungan dengan semua pihak untuk mencari dukungan.

Direktur Lazismu Sragen, Ronny Megas menyampaikan tips pelayanan terhadap muzaki dan calon-calon muzaki. Salah seorang Marketing Eksekutif Zakat, mempunyai target ‘mengetuk pintu’ sebanyak 20 rumah setiap harinya. “Ditambah lagi target transaksi zakat atau infak minimal 4 orang dari 20 orang yang telah memeroleh informasi,” jelasnya. Diawal ajakan berzakat, biasanya yang dikeluarkan adalah infak, untuk zakat ditekankan saat Ramadhan.

Selanjutnya tim diantarkan mengunjungi KL Lazismu di Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen. Sebuah KL di tingkat kecamatan yang sudah mempunyai kantor tersendiri, dengan 3 amil dan 2 unit ambulans. Pembiayaan ambulans sepenuhnya didanai Lazismu KL Plupuh dari hasil infak. KL ini telah memberdayakan 3 orang amil selaku eksekutif. Masing - masing menempati bagian pemasaran, administrasi dan operator ambulans. (cs)

Berita selanjutnya klik Senarai Kunci Sukses...