• info@lazismu.org


Senyum Bahagia Wasiyem Setelah Rumahnya Dibedah Lazismu

20/09/2019

Banyumas – LAZISMU. Di Kota Seruling Mas, perkembangan tata kota berubah begitu cepat. Purwokerto sebagai ikon kabupaten Banyumas adalah wajah kawasan perkotaan. Nuansanya sudah berbeda dengan sebelumnya sebagai bagian dari kota yang termasuk besar di Jawa Tengah.

Di tengah perkembangan kota satria tersebut, kondisi paradoks ditemukan sehingga ada pemandangan yang kontras. Pasalnya di antara bangunan rumah-rumah yang luas didapati sebuah rumah yang nyaris roboh.

Informasi ini disampaikan oleh Lazismu Banyumas yang beberapa hari terakhir mencari tahu siapa pemilik rumah yang diimpit rumah-rumah besar di sekitarnya. Berdasarkan penulusuran amil Lazismu, rumah itu milik seorang wanita bernama Wasiyem. Sudah belasan tahun Wasiyem dan keluarganya menempati rumah itu.    



   

Kondisinya sangat memperihatinkan. Dinding rumahnya keropos, atap bocor dan lingkungan sekitar rumah yang tak sedap dipandang mata. Di samping itu, lantai rumah Wasiyem lebih rendah dari permukaan tanah yang menyebabkan rumahnya kerap tergenang air ketika hujan turun.

Habib Amrillah salah seorang amil Lazismu Banyumas, mengabarkan, suami Ibu Wasiyem bekerja sebagai pekerja serabutan. Penghasilannya tak cukup untuk menghidupi keluarganya dan biaya pendidikan anak serta cucunya yang masih sekolah.

Tak terpikir bagi keluarga Wasiyem memperbaiki rumahnya karena keterbatasan ekonomi.  Kedua anaknya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), meski rumahnya nyaris roboh, tapi tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar.

Lazismu Banyumas tergerak untuk memberikan jalan keluar. Kata Amrillah, pada bidang Sosial Kemanusiaan, ada program unggulan bedah rumah. Lazismu akan bergerak membantu untuk membangun kembali rumahnya yang tak layak huni milik Ibu Wasiyem.

Program unggulan bedah rumah Lazismu Banyumas diberikan kepada rumah yang tidak layak huni, termasuk rumah milik Ibu Wasiyem. Rencananya, rumah Wasiyem akan dibedah, diperkirakan selesai selama 1 minggu. Lazismu akan menurunkan Tim Bedah Rumah yang melibatkan warga sekitar.




 

Sebelumnya, Lazismu melakukan survei. “Kira-kira satu bulan lalu untuk memperoleh informasi dari keluarga Ibu Wasiyem dan warga sekitar,” katanya. Lazismu juga berkoordinasi dengan kepala kelurahan dan tokoh masyarakat setempat seperti Ketua RT. Setelah kebutuhan informasi di rasa cukup, Amrillah mengatakan, pekerjaan untuk bedah rumahnya berlangsung dari Rabu, 11 hingga Senin, 16 September 2019.

Waktu selama satu minggu ini merupakan target bedah rumah selesai, kata Amrillah. Lazismu menyerahkan rumah yang baru dibedah kepada Wasiyem pada 17 September 2019. Wasiyem mengetahui rumahnya sudah bagus sangat bahagia. “Terima kasih Lazismu,” ucap Wasiyem penuh syukur.

Manfaat program bedah rumah dari Lazismu Banyumas selain membuat rumah layak huni, juga ingin memiliki nilai tambah yakni membentuk proses komunikasi yang harmonis di dalam keluarga,  kata Amrilah, selaku Manager Program Lazismu saat menyerahkan kunci rumah kepada Ibu Wasiyem. (mt)