Sinabung Muntahkan Material Debu, Lazismu Gelar Aksi Kemanusiaan Di Medan

14/08/2020

Medan – LAZISMU. Erupsi Sinabung terus membumbung ke langit dalam pekan ini. Di taksir, kerugian lahan pertanian akibat eruspsi gunung Sinabung, mencapai Rp 41 miliar lebih. Ratusan hektar lahan perkebunan rusak. Sebagaian rumah warga di tiga kecamatan juga mengalami kerusakan.

Derita petani Sinabung masih akan berlanjut setelah 10 tahun gunung Sinabung terus memuntahkan material batu dan debu tebal. Berdasarkan pengamatan tim Lazismu Kota Medan di lapangan, yang dipimpin Muhammad Aridin, beberapa relawan dan amil diturunkan untuk mencari informasi lebih lengkap.

Dalam perjalanan menuju desa-desa yang dilanda hujan debu, pergerakan relawan sempat terhenti karena desa-desa yang menjadi tujuan kami merupakan desa-desa yang berada di dalam zona merah.

Tim Lazismu dan relawan yang turun ke lokasi, selain Muhammad Arifin, ada amil lainnya seperti Yudha Pratama, Putrama Al-Khair, Azwin Fahmi Veriansyah dan An-Nisa. Semua ekstra hati-hati menyusul material debu yang masih bergerak di udara.



 
Relawan tetap bersemangat ketika diberikan informasi terkini keadaan Gunung Sinabung oleh Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang memantau tiga gunung, yaitu Sinabung, Sibayak dan Pusuk Bukit.

Saat ini yang terjadi hanyalah erupsi-erupsi kecil yang dapat terkendali, kata Yudha, salah satu tim Lazismu yang berada di lokasi erupsi. Informasi yang diperoleh dari BPBD, dan berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, saat ini masyarakat sangat membutuhkan paket makanan bergizi, masker, obat tetes mata, serta obat kulit. 

Lazismu Kota Medan, MDMC dan BPBD akan bekerjasama untuk melakukan pendistribusian bantuan agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan merata dengan baik.

Pada hari yang sama, Lazismu sudah mendistribusikan ratusan masker kepada penduduk yang terpapar abu Sinabung. Petani berharap ada bantuan sembako karena lahan pertanian mereka hancur. (sh/infomu)