• info@lazismu.org


Slamet Derita Gizi Buruk Akut, Lazismu Kabupaten Tegal Dampingi Pemulihan Kesehatannya

03/10/2019

Tegal – LAZISMU. Slamet hanya bisa berbaring, wajahnya kuyu. Tubuhnya kurus karena gizi buruk. Bocah berusia 11 tahun ini, buah dari pasangan suami istri Bapak Jazuli dan Ibu Wasniyah yang tinggal di Desa Tonggara, Rt. 04 Rw. 02, Kecamatan, Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sejak lahir Slamet tidak memiliki anus dan harus dioperasi untuk membuat lubang diperutnya.

Praktis Slamet tidak pernah merasakan sekolah. Dari bayi sudah mengalami kelainan, seharusnya saat usia 3 tahun, disarankan untuk operasi tetapi karena biaya dan kondisi saat itu berat badannya tidak memungkinkan untuk operasi. Sampai usia 11 tahun, kondisinya masih sama dengan badan yang kecil bobotnya.


Pada suatu waktu, Wasniyah bertemu Lazismu, menceritakan keadaan anaknya yang tergolek lemah. Dulu ada masa menunggu usia 5 tahun untuk pembuatan lubang anus, namun keadaannya bertambah buruk. “Beratnya hanya 6,5 kilogram,” katanya. Anak saya hanya tampak tulang terbungkus kulit, kata Wasniyah dengan raut wajah sedih.

 

Dia mengaku tidak memiliki biaya untuk pengobatan anaknya. Suaminya, Jazuli hanya buruh pabrik di daerah Bogor. Slamet kata dokter mengalami gizi buruk. Kurus, penglihatan terganggu, tidak bisa bicara dan hanya menangis, ucapnya. Demikian Khoirun Nizar selaku Staf Program Lazismu yang tergerak melihat kondisi sebenarnya di rumah Wasniyah pada 23 September 2019.




 

Dengan pendampingan Lazismu, akhirnya Slamet ditangani tim dokter rumah sakit dr. Soesilo, Slawi. Menempati ruangan Anggrek 111 E, Slamet dipantau kesehatannya. Menurut Nizar, kondisi Slamet sudah lebih membaik. “Keadaan Slamet sekarang semakin sehat dengan berat badan 8.2 kilogram. Kata Nizar, Slamet diperbolehkan pulang tanggal 30 September 2019.

 

Nizar menjelaskan, selama di rumah, untuk perawatan, Slamet ditangani oleh Puskesmas Kedungbanteng. Dokter berpesan agar Slamet diberikan makanan yang bernutrisi serta minum susu dengan kandungan kalori yang cukup. “Wasniyah dan Jazuli disarankan untuk selalu mengontrol Slamet ke rumah sakit,” kata Nizar mengingatkan pesan dokter.

 

Lazismu Kabupaten Tegal selama pendampingan juga menyerahkan bantuan hasil dari donasi muzaki dan donatur. Lazismu juga mengajak donatur lain yang ingin meringankan beban Slamet mengingat masa pemulihannya juga membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. (na)