• info@lazismu.org


Tim Relawan Muhammadiyah Prioritaskan Layanan Kesehatan Penyintas Banjir di Bekasi

05/01/2020

Bekasi – LAZISMU. Memasuki hari ke empat setelah banjir di Jabodetabek jelang pergantian tahun, tim kesehatan Muhammadiyah melakukan penanganan di wilayah terdampak di antaranya Pasar Baru, Puri Nusaphala, Villa Nusa Indah, Pondok Gede Permai dan Pesona Mahkota yang berada di kawasan Bekasi.

Pada Jum’at kemarin, Muhammadiyah menerjunkan 7 orang tim kesehatan untuk lakukan survei lokasi untuk melengkapi data di wilayah terdampak. Adapun hasil kajian tim kesehatan Muhammadiyah setelah survei bahwa masih banyak lokasi terdampak yang belum mendapatkan pelayanan secara optimal.

Di hari berikutnya, Sabtu, 4 Januari 2020, tim kesehatan Muhammadiyah telah memberikan pelayanan kesehatan di Pondok Gede Permai dengan jumlah penyintas 49 orang yang dilayani dan di daerah Duren Jaya sebanyak 35 orang dilayani. Dua wilayah tersebut mengindikasikan tren penyakit berupa demam, vulnus, hipertensi dan gangguan pada kulit.

Dokter dari RSIJ Pondok Kopi, Syilvianti selaku tim kesehatan Muhammadiyah di lokasi banjir mengatakan beberapa fakta di lokasi. “Dari kasus - kasus yang kita temui di dua tempat variasi tren kasus yang banyak diketahui antara lain kasus luka - luka (luka lecet, tusuk, robek) tampak saat bersih - bersih warga banyak tidak pakai alat pengaman” ungkapnya.

Selama surveitim kesehatan Muhammadiyah terkendala oleh akses jalan yang tertutupi oleh lumpur dan puing - puing pasca banjir. Selain itu, tim juga kesulitan untuk menghubungi koordinator lapangan di wilayah terdampak sehingga menghambat proses melakukan pelayanan kesehatan.

Dilaporkan dari beberapa wilayah terisolir, tim relawan Muhammadiyah telah mendirikan pos kesehatan di antaranya di Puri Nusaphala, Pondok Gede Permai dan Vila Nusa Indah. Beberapa warga di perumahan Mahkota juga sudah memulai kembali kegiatannya. Namun untuk pelayanan kesehatan yang didapatkan oleh warga belum terpenuhi dengan baik, bahkan jumlah anak terjangkit diare juga terus bertambah. Selain itu bantuan logistik bagi penyintas juga belum terpenuhi secara optimal.

Dokter Syilvianti menyatakan,kondisi rumah warga saat ini terendam oleh lumpur dan puing - puing bekas banjir “warga bersatu padu membersihkan rumah masing - masing, memulihkan tempat - tempat umum untuk tempat sementara penerimaan bantuan logistik,katanya.

Untuk saat ini tim kesehatan Muhammadiyah sedang mengupayakan pendirian pos pelayanan kesehatan dan melakukan serah terima bantuan logistik kepada petugas pendistribusian di tiap pos pelayanan. Adapun kebutuhan mendesak bagi penyintas saat ini adalah perlengkapan bayi seperti popok bayi dan pemberian makan bayi juga dukungan kepada ibu menyusui, pakaian dalam bagi wanita, alat kebersihan, karpet, terpal, sepatu boot, persediaan cairan infus dan obat - obatan, serta selang untuk membersihkan lumpur. (sapari/azza)

Fotografer : Tim media MDMC