• +6221- 31 50 400
  • info@lazismu.org

Mesin Obras untuk Ibu-ibu Berdaya

05/03/2019

Tasikmalaya – LAZISMU. Dua sosok perempuan berdaya ini didaulat Lazismu sebagai ibu yang ikut bertahan bagaimana menopang kehidupan ekonomi keluarga. Para suaminya yang berpenghasilan tidak menentu, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berusaha mendidik anak-anaknya.

Di Tasikmalaya, kedua sosok perempuan bersahaja ini berhasil ditemui Rizky Nugraha selaku amil Lazismu. Pertama sosok Nurhayati, yang dikarunia tiga orang anak. Sebagai sosok penerima manfaat program pemberdayaan ekonomi, dia tergolong produktif, meski suaminya bekerja sebagai petugas penerima telepon honorer.

Saat ditemui Lazismu, di kampung Tonjong, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan  Cipedes, Nurhayati berkisah tentang pekerjaannya sebagai buruh lepas di perusahaan konveksi (3/3/2018). Banyaknya orderan dari Jakarta di konveksi itu, butuh SDM yang sepadan untuk mengerjakan produksinya.

Mengetahui hal itu, Lazismu segera memfasilitasi dan menghubungkan komunikasi dengan pemilik konveksi. Sebagai jalan tengah, Lazismu memberikan bantuan mesin obras. “Di samping itu, diberikan pelatihan obras agar ketika menerima orderan membuat celana dalam anak dapat dikerjakan dengan baik,” kata Rizky.

Kesempatan yang sama diterima Ibu Komalasari, yang tinggal di Bojong Tritura RT/RW 004/012 Cipedes, Kota Tasikmalaya. Suaminya juga memiliki pekerjaan yang tidak menentu dengan 3 tanggungan anak yang masih kecil.

Selama beberapa hari Bu Kokom diberi pelatihan keterampilan memotong dan mengobras oleh pemilik konveksi. Setelah dianggap bisa, diberi orderan sesuai kesanggupannya.

Menurut PCM Cipedes, Kindi Suhendi, Nurhayati didampingi dengan pembinaan bertahap oleh Lazismu. Sebagai bentuk kaderisasi, Nurhayati juga ikut jamaah pengajian di Cipedes memelalui Pimpinan Ranting Aisyiyah Nagasari.

“Selain membina ekonominya, spiritualnya juga perlu dibina sebagai bekal mental yang kuat,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana LazisMu Kota Tasik, Nasrulllah bahwa pendampingan tersebut bagian dari visi program Lazismu. Tentunya ini sangat membantu penerima manfaat. Adapun akad mesin obras ini akad sewa beli. Penyerahan simbolis mesin obras diserahkan oleh Ketua Pelaksana Lazismu Kota Tasikmalaya bersama PCM Cipedes Kota Tasikmalaya pada 3 Februari 2018 pukul 13.46 wib.

Setiap seminggu sekali bahan yang sudah diobras disetorkan ke pengusaha. Mereka mendapatkan upah sebesar Rp 2500 – Rp 3000 dari setiap kodi. Jika tekun bisa menyelesaikan minimal 20 kodi sehari bisa memeroleh Rp 50000 lebih per hari. Bahkan ada yang bisa mendapatkan pendapatan 600 ribu per minggunya.

Seperti Bu Kokom, sehari-hari bisa mengerjakan sampai 20 kodi, yang akhirnya bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk menghidupi keluarganya sehari-hari. Mesin obras ini, fungsinya untuk mencegah agar bahan yang ada ditepi kain tidak berserabut. (ng)