LazisMu Wonosobo Galang Dana untuk Palestina

LazisMu Wonosobo Galang Dana untuk Palestina

WONOSOBO

01/02/2019

WONOSOBO

CREATIVE DIRECTOR

Lazizmu (lembaga Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah) Wonosobo, Jawa Tengah melakukan penggalangan dana untuk Palestina. Dana yang terkumpul disalurkan melalui Lazismu Wonosobo. Hal ini dilakukan bertepatan saat ribuan umat Islam dari berbagai elemen padati pusat kota Wonosobo, gelar aksi bela Palestina, Jumat (15/12/2017).

Aksi tersebut ditujukan sebagai bentuk solidaritas kepada Muslim Palestina atas keputusan Donal trump memutuskan Yerusalem menjadi Ibu Kota Israel. Aksi dimulai dari Masjid Al-Huda, menyusuri jalan Ahyani menuju pusat kota di Taman Plaza untuk melakukan orasi. Massa kemudian melanjutkan perjalanan menuju Alun-Alun kota dan kembali ke masjid Al-Huda.

Ketua painitia aksi Hakim Yahya menjelaskan, aksi solidaritas umat Islam Wonosobo sebagai wujud kepedulian atas nasib saudara-saudara Islam di Palestina. Hal tersebut didasarkan, bahwa Yerusalem yang di klaim menjadi ibukota Israel oleh Amerika. Padahal, Yerusalem tidak hanya milik muslim Palestina, namun merupakan milik umat Islam sedunia termasuk Wonosobo.

“Kami harap Donal Trump mencabut keputusannya menjadikan Yerusalem menjadi ibukota Israel, karena Yerusalem adalah milik Palestina, milik umat Islam sedunia,” tegas Hakim saat ditemui pasca aksi di Masjid Al-Huda.

Hakim menambahkan, aksi bela Palestina juga untuk memberikan semangat dan pengetahuan pada generasi muda muslim di Wonosobo. Generasi muda diharapkan lebih paham tentang perilaku Yahudi dan Israel, seperti apa yang digambarkan dalam Alquran.
Respon masyarakat luar biasa, atas aksi ini. Mereka terlihat antusias dalam mengikuti aksi bela Palestina yang dari skala massa yang terlibat melebihi target yang diharapkan. “Yang cukup istimewa, ada salah satu akhwat yang mendonasikan perhiasan sepasang anting yang beliau pakai sejak sekolah dasar tahun 1983 untuk muslim Palestina,” ujar Hakim.

Senada dengan hal tersebut, salah satu orator Zenuri menegaskan, semua muslim diseluruh dunia tidak rela atas tindakan Donal Trump yang mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota Israel. Zaenuri mengingatkan, bagaimana Sultan Abdul Hamid 2 pada saat itu didatangi oleh orang Yahudi dengan membawa 150 juta Poundsterling, namun beliau menolaknya dengan tegas.