• info@lazismu.org


Meniti Perjuangan Imam Palestina bersama Lazismu

17/05/2019

Karanganyar – LAZISMU. Tibalah kami di Kabupaten Karanganyar pada Kamis, 11 Ramadhan 1440 H yang merupakan kabupaten ke enam dari rombongan Syekh Abdallah Abujazar (Tim 2 Lazismu Jawa Tengah). Sebuah kabupaten yang sejuk dengan legenda Gunung Lawu nya.

 

Ternyata sambutan personalnya pun tak kalah sejuk. Luar biasa malah. Tim kami yang terdiri dari 5 personil, yakni: Syekh Palestine, Koordinator Rombongan, Penerjemah, Asisten Teknis dan Driver, ternyata masih diimbuhi dengan tim lokal yang gegap gempita.

 

Tim lokal Lazismu Daerah Karanganyar, terdiri ketua rombongan dari BP Lazismu Karanganyar, Tim IT, Tim Media. Menariknya ada tambahan tim SAR yang mempunyai keahlian medik. Tak lupa driver setempat dengan keahlian mumpuni.

 

Tim lokal menerapkan tidak boleh ada kesalahan dalam persiapan. Ada yang gagal perencanaan berarti merencanakan kegagalan, dan ini harus benar-benar terinternalisasi. Tim lokal ikut booking satu kamar khusus satu lokasi dengan penginapan Tim Syekh Palestine.

 

Berlanjut, tim lokal berkomitmen akan memandu jadwal Syekh Palestine dengan segala ubo rampe yang tuntas mereka tangani. Maka istirahatlah kami dari Tim Syekh Palestine. Armada rombonganpun tak lepas dari perhatian. Kesemua ini disiapkan dengan sangat matang.

                                                                                                                                       

Mobil depan Ford doble cabin standar SAR sebagai armada (kendaraan) yang paling depan. Di tengah Alphard AD 1 MU untuk rombongan Syekh Palestine. Belakang Inova Reborn untuk tim teknis dan peralatan. Semua dimulai, lalu kembali dan menginap di satu titik penginapan. Syukur alhamdulillah acara dapat berjalan sangat lancar dengan menggembirakan.

 

Ternyata itu juga belum cukup. Di tiap-tiap lokasi yang direncanakan selama tiga hari dengan setiap hari sebanyak empat lokasi, tiap lokasi telah dipasang spanduk publikasi. Masih ditambah baliho besar di jalan raya Karanganyar (Jl. Lawu) ukuran 10 x 5 meter, ditambah dengan japri-japri media social (obrolan via media sosial) ketua-ketua komunitas tentunya. Semua demi suksesnya acara. Demi menarik empati warga Karanganyar akan nasib derita saudara di Gaza dan Tepi Barat.

 

Ikhwanushoffa, Koordinator Tim 2 sekaligus pengurus Lazismu Jawa Tengah menuturkan melalui sambungan telefon pada awak media Lazismu, kamis (16/05/2019) bahwa, yang jelas semua ini memiliki kekurangan dan kelebihannya. Namun pihaknya sangat mendukung kegiatan ini, dan berharap akan ada program ini di tahun depan 2020.

 

“Yang jelas, overall dengan segala kekurangan dan kelebihan program in tahun depan (2020), harus berjalan lagi, dengan penambahan kapasitas imam ditambahkan. jadi jawa tengah 3, dibagi tiga tim. Aku koordinator di tim 2 Jawa Tengah,” katanya.

 

Hati bergetar menyaksikan persiapan dan penyambutan yang demikian sempurna. Namun kemudian, rasanya kami ingin menangis. Ketika ternyata zionis menutup lebih awal pintu Rafah sebagai satu-satunya pintu masuk warga Palestine yang keluar negeri. Maka jadwal Syekh Palestine dengan terpaksa dipangkas.

 

Salah satu korbannya adalah masjid-masjid dan tempat dakwah di Karanganyar yang telah terjadwal dan terpublikasikan. Bagian mereka dikurangi dua pertiga menjadi hanya satu hari. Maka, paniklah Lazismu Daerah Karanganyar harus menjelaskan ke semua tempat yang tidak jadi.

 

Namun sungguh luar biasa antisipasi Lazismu Daerah Karanganyar. Dengan gerak cepat untuk keliling menjelaskan kepada masyarakat, ditambah PDM Karanganyar pun dengan ringan mengeluarkan surat resmi untuk turut menjelaskan aktivitas ini. Itu semua dilakukan dalam hitungan jam.

 

Lalu, sisa sehari apakah tim lokal kemudiaan melakukan giat dengan asal? Tidak, sedikitpun. Kami dari Tim Syekh Palestine merasakan sendiri kepenuhan niat dan azzam mereka. Semua dilakukan sesuai perencanaan awal. Bahkan tidak sedikit para donatur siap membiayai teknis perjalanan tanpa mengurangi dana umat yang dititipkan untuk Palestine.

 

Dampak yang jauh lebih besar yang diharapkan dengan banyaknya yang mendatangkan para Syekh Palestine ke Indonesia ini akan semakin besar peluang kemerdekaan Palestine. Itulah tujuan akhir dari program ini. Kafa billaahi syahida. Nasrun minallooh wafathun qorieb. (bp)