• info@lazismu.org


Ngabuburit Asyik, Lazismu Buka Puasa Bersama Bagikan Takjil Bareng IMM

27/05/2019

Semarang – LAZISMU. Bertempat di aula kampus Akademi Ilmu Statistika Kota Semarang, IMM bekerjasama dengan PCM Ngaliyan mengadakan kajian Islam dengan tajuk “Ngabuburit Asyik” yang dilanjutkan buka puasa bersama.

 

Acara dilaksanakan pada hari Ahad (26/05/19) yang dihadiri oleh anggota IMM UIN Walisongo, IMM AIS Muhammadiyah beserta masyarakat sekitar. Acara berjalan lancar sejak sore hingga selesai tarawih berlangsung cukup meriah.

 

Acara inti kajian bersama Ustad Asep Jauharudin yang membahas tentang sedekah. Dengan piawai ustad menjelaskan ada beberapa tingkatan orang menyedekahkan hartanya.

 

Tingkatan pertama muassaroh, orang yang mengeluarkan hartanya kepada orang yang pernah memberinya. Tingkatan kedua sedekah karimah, orang yang memberikan hartanya melebihi apa yang pernah dia terima. Berikutnya sedekah adzimah, orang memberikan sedekahnya kepada orang yang tidak pernah memberinya, bersedekah kepada siapa saja.

 

Tingkatan paling tinggi sedekah dengan memberikan hartanya secara total. Seperti yang dicontohkan oleh para sahabat rasul, memberikan seluruh hartanya untuk kepentingan agama.

 

Selesai acara dilanjutkan dengan berbagi cerita tentang kegiatan Lazismu dalam memberdayakan mustahik di Kota Semarang. Ada pemberdayaan berbasis masjid dengan menggalang dana yang langsung ditasharufkan dalam bentuk makanan siap saji.

 

Tasharuf dilaksanakan setiap Jum’at agar selesai salat jamaah bisa menikmati makan siang bersama di masjid.

 

Selanjutnya pemberdayaan berbasis sekolah. Muzaki terbanyaknya adalah siswa. Karena setiap siswa dibekali satu buah kaleng infak untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

 

Semula banyak orang yang pesimis karena kebanyakan siswa berasal dari keluarga menengah ke bawah dikhawatirkan harapannya tidak sesuai target. Namun kekhawatiran itu bisa di tepis setelah berjalan selama 2 tahun. Dana yang terbukukan di tahun pertama sebanyak Rp 6 juta yang di tahun kedua perolehannya mencapai Rp 10 juta.

 

Pentasharufan dana tersebut dipergunakana untuk membantu siswa yang kurang bayar SPP, siswa sakit, korban banjir, dan yang rutin mingguan adalah penambahan asupan makanan bergizi untuk semua siswa.

 

Satu lagi cerita yang terpotong yaitu pelayanan ambulans Lazismu penolong kesusahan. Di sini Lazismu tidak memberikan tarif atas pelayanan ambulans baik di dalam kota maupun keluar kota. Ambulans bisa melayani karena ada infak yang masuk.

 

Rekor terjauh pelayanan ambulans Lazismu Kota Semarang dengan mengantarkan jenazah dari Jepara menuju Lampung. Jarak sejauh 12.800 km telah ditempuh ambulans Lazismu. Dengan pertimbangan efisiensi biaya dan efektifitas pelayanan maka pengantaran dilakukan dengan estafet.

 

Sementara kegiatan IMM dilaksanakan berbarengan dengan membagikan takjil buka puasa, tepat di jalan raya depan kampus AIS kota Semarang. Ada 150 paket takjil yang dibagikan sore itu. Ketua IMM Al Faruki, Alyga mengucapkan  terima kasih atas kebersamaan yang terjalin. “Berharap bisa dilanjutkan dengan acara lain di luar Ramadhan,” katanya.

 

Hadir mendampingi Ustadz selama berceramah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngaliyan, Anas Hamzah. Ia berterimakasih atas kerjasama yang sudah diwujudkan. Dia menilai acara ini cukup banyak membantu untuk saling berkolaborasi.

 

Ke depan dirinya berharap bisa melanjutkan kerjasama menciptakan kegiatan semacam ini secara rutin, tidak hanya berhenti selesai Ramadhan. Terakhir dia mengajak semua masyarakat muslim untuk berzakat, infak dan sedekah  melalui Lazismu, bisa juga di Lazismu kantor layanan PCM Ngaliyan ataupun Lazismu Kota Semarang. (cs)