Tani Bangkit

Pemberdayaan Jamaah Model Pertanian Berbasis Masjid

Donasi Sekarang

Pemberdayaan Jamaah Model Pertanian Berbasis Masjid

03/05/2019

Wangon – LAZISMU. Masjid sebagai pusat pemberdayaan penting diwujudkan di tengah masyarakat. Selain pusat dakwah dan tempat beribadah, masjid bisa menjadi pilihan sebagai sarana mendorong program yang kreatif. Belakangan ini,  Kantor Layanan Lazismu Masjid Al-Ikhlas, Karangtawang, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas membuat proyek percontohan.

Melalui konsep gerakan jamaah dakwah jamaah, Lazismu Pimpinan Derah Muhammadiyah Banyumas mewujudkan program pertanian berbasis masjid. Pada Rabu, 7 Maret 2018, dimulai penanaman bibit padi unggul bersama masyarakat Karangtawang.

Dengan didampingi Marketing Media Lazismu Banyumas, Habib Amrillah, kegiatan tandur dimulai pukul 06.00 WIB bersama puluhan jamaah. Mereka sangat antusias mengikuti proses tandur. Kearifan lokal dan keramahan masyarakat Karangtawang membuat suasana penanaman pagi itu menjadi ceria.

Menurut Habib, program tani bangkit ini bermula dari semangat para jamaah masjid Al-Ikhlas yang sudah memiliki kesadaran tinggi untuk berbagi dan berzakat. Terbukti dengan berhasil dikumpulkannya 1 Ton 268 kg gabah dari 51 jamaah yang membayar zakat pertanian. Mereka tidak hanya terdiri dari orang kaya saja, orang yang tidak punya sudah memiliki kesadaran tinggi untuk menunaikan zakat.

”Tujuan program pertanian ini sebagai penguatan jamaah untuk tetap kuat dan rapat dalam barisan berbagi kebaikan. Sehingga lurus dan rapat bukan sekadar  ketika salat berjamaah, tetapi juga kuat dan kompak dalam bermasyarakat. Di sisi lain, program ini untuk mengentaskan kemiskinan dilingkungan sekitar,” kata Jarwan selaku Ketua Lazismu Masjid Al-Ikhlas.

Adanya inisiatif itu dari pengurus Kantor Layanan Lazismu Masjid Al-Ikhlas untuk membangun masyarakat berjamaah. Lazismu Banyumas menilai progam itu bisa jadi pilot project. Karena itu, melalui dukungannya diberikan bantuan untuk pembelian bibit padi unggul kepada 39 orang yang mengikuti program pertanian berbasis masjid.

Kegiatan penanaman padi dilaksanakan di lahan milik Bapak Salut yang berada di samping Masjid Al-Ikhlas,RT 03/03 Karangtawang. Sekilas tentang Kantor Layanan Lazismu Masjid Al-Ikhlas yang menjadi percontohan Lazismu Banyumas bahwa di sana spirit jamaah sudah terbangun ketika masjid itu mulai didirikan.

Masjid Al-Ikhlas dibangun dengan swadaya masyarakat yang dibantu Lazismu Banyumas dengan total biaya pembangunan 1,3 Milyar Rupiah. Semua program dan kegiatan masyarakat Karangtawang berbasis masjid. Mulai dari pengajian Iqro bagi orang tua, kepemudaan, ibu-ibu Aisyiah, peternakan, dan yang sekarang tengah dijalankan adalah program tani bangkit.

Mengingat pesan dari Ibnu Hasan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas bahwasanya indikator kemakmuran suatu ranting muhammadiyah adalah ketika adanya pengajian, masyarakat salat berjamaah, dan adanya Lazismu sebagai roda perekonomian.

Semoga dengan dimulainya program tani bangkit Lazismu Banyumas yang berbasis masjid dan gerakan jamaah dakwah jamaah Masjid Al-Ikhlas Wangon dapat menjadi pertumbuhan peradaban masyarakat yang baik.

Sehingga kesenjangan sosial di masyarakat bisa teratasi dengan gerakan di dalam dan di luar masjid.  Sekaligus sebagai motivasi bagi seluruh masjid dan kantor layanan Lazismu di seluruh kabupaten Banyumas agar terus berinovasi membangun gerakan filantropi yang berkemajuan. (hb)