Beasiswa Mentari

Rakornas Lazismu 2017 : Integrasi dan Spirit Filantropi Gapai SDGs

Donasi Sekarang

Rakornas Lazismu 2017 : Integrasi dan Spirit Filantropi Gapai SDGs

03/05/2019

Semarang – LAZISMU. Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lazismu, yang digelar 3-5 November 2017 di Hotel New Metro, Semarang berlangsung sukses dan meriah. Peserta Rakornas terdiri dari 30 Lazismu perwakilan wilayah dan 50 peninjau Lazismu Daerah se-Indonesia.

Melalui Rakornas bertema Penguatan Akuntabilitas Lazismu Menuju Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) , Lazismu berupaya mengintegrasikan diri secara nasional, melakukan standarisasi kelembagaan, serta membangun sinergi dan membuat kemitraan program.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Hilman Latief.


Hilman Latief beri kata sambutan pada Rakornas Lazismu 2017 di Semarang

Lazismu juga terus merapikan dan menata kembali organisasi, sehingga menjadi satu kesatuan lembaga yang terintegrasi dengan tetap mengakomodir kultur yang telah berjalan di organisasi.

Hilman berharap di tahun 2020, Lazismu bisa menghitung kontribusi Lazismu bagi kaum dhuafa, UMKM dan kontribusi terhadap Indonesia dan dunia.

“Masih banyak kaum dhuafa yang ingin disantuni, masih banyak UMKM yang ingin dikuatkan, masih banyak masyarakat yang akan diberdayakan. Semoga Lazismu di setiap daerah memiliki mimpi yang besar, optimis, karena Lazismu masih mempunyai banyak tugas rumah yang harus diselesaikan,” paparnya.

Imbuhnya, Lazismu tahun ini bisa menentukan target base line. “Jika Lazismu punya target yang jelas, maka kita akan terdorong untuk bekerja maksimal,” ujarnya.

Menurut Hilman, dengan basis studi sebelumnya atau baseline, bukan hanya penghimpunan dana namun pencapaian ke depan terdapat data baseline di masing-masing wilayah. Sehingga secara nasional, pada tahun 2020 dapat menghitung berapa kontribusi Lazismu dalam pengentasan kemiskinan

“Ini spirit yang harus terus dibawa. Diharapkan semua ketua kantor perwakilan dan utusan daerah memiliki semangat yang sama menjadi Lazismu yang terintegrasi,” tegas dia.

Lanjut Hilman, penguatan kelembagaan Lazismu secara nasional menjadi sebuah keniscayaan sebagai konsekuensi dari ditetapkannya Lazismu sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Nasional oleh Kementerian Agama.

Pada saatnya nanti, Lazismu akan menjadi lembaga pertama di lingkungan Muhammadiyah yang diaudit oleh lembaga auditor independen (eksternal).

“Mimpi Lazismu adalah Lazismu menjadi lembaga pertama di lingkungan Muhammadiyah yang diaudit oleh lembaga auditor independen,” ujarnya.

Apa yang telah dilakukan Lazismu adalah bentuk kontribusi kepada Muhammadiyah dan untuk kepentingan umat.

“PP Muhammadiyah akan mengamanahkan iuran wajib warga Muhammadiyah kepada Lazismu. Saat ini kami sedang mencari sistem yang tepat untuk mengelola iuaran wajib tersebut. Nantinya betapa peran kantor perwakilan akan semakin besar dan harus terintegrasi karena dana itu harus kembali ke wilayah, daerah, dan cabang,” jelasnya.

Ketua Panitia Rakornas 2017 yang juga Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dodok Suhartono mengungkapkan tahun depan Lazismu Jawa Tengah akan membangun gedung 7 lantai di sebelah kantor PWM Jateng, sebagai kantor Lazismu wilayah dan Sekolah Amil.

“Kebutuhan akan tenaga amil begitu besar, sementara belum ada lembaga pendidikan yang memadai guna mendukung kebutuhan itu. Diharapkan gedung ini nantinya dapat segera dibangun dan dapat dipergunakan,” tutur Dodok.

Rakornas dibuka oleh Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Joko Edi Pramono serta dimeriahkan dengan persembahan tari Saman santri Pondok Pesantren Trensains Sragen dan tapak suci santri Pondok Pesantren Trensains Sragen. (nd)