• info@lazismu.org


Sasar Distribusi Kurban di Kawasan Terpencil, Kolaborasi Dakwah Sosial Tak Boleh Getas

15/08/2019

Semarang – LAZISMU. Pada umumnya penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di hari pertama Idul Adha, namun dalam tata cara berkurban juga diperbolehkan dilaksanakan di hari tasyrik, tiga hari setelah Idul Adha (11 - 13 Dzulhijjah).

 

Bagi Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional, waktu-waktu penyembelihan tersebut merupakan momen penting dengan berkaca pada program distribusi Qurban Untuk Kemanusiaan yang disesuaikan dengan sasaran target distribusinya. Seperti dilakukan Lazismu Jateng menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban di tengah hari tasyrik, bertepatan dengan hari, Selasa, 13 Agustus 2019.

 

Lazismu menggandeng beberapa daerah terdekat di kabupaten Semarang. Lokasi yang penyembelihannya sebagai tempat dilaksanakan penyaluran hewan kurban. Kali ini, lokasinya di kawasan kantong-kantong kemiskinan.

 

Kampung Gading, Getasan, Kabupaten Semarang menjadi titik distribusi kurban. Bertempat di musala kampung yang berada di tengah pedesaan dengan suasana sejuk yang masih kental, karena memang desa Getasan berada di lereng gunung Merbabu yang sudah banyak dikenal itu.

 

Beberapa daerah yang berpartisipasi antara lain, Kabupaten Semarang sebagai tuan rumah, Kota Semarang, Kota Salatiga dan Kabupaten Magelang sebagai pendukung acara tersebut.

 

Dalam acara pembukaan, Alwi Mashuri selaku Direktur Eksekutif memberikan sambutan, yang diikuti sambutan Kepala Desa Getasan, PDM Kabupaten Semarang, dan diakhiri dengan pengajian oleh Kyai Lanang dari Temanggung.

 

Disela seremonial itu, Lazismu Jateng memberikan bantuan pada 50 siswa sekolah di kampung itu berupa paket peralatan sekolah (School Kit) dan diberikan secara simbolis kepada 5 siswa yang hadir. Dalam kesempatan itu juga dibagikan 150 paket sembako yang berasal dari iuran bersama beberapa daerah yang berpartisipasi.


 

Dalam sambutannya, Alwi Mashuri menyampaikan, tentang nilai manfaat zakat, infak dan sedekah. Hasil penghimpunannya untuk program pemberdayaan masyarakat berbasis kegiatan sosial-keagamaan dapat diwujudkan. Di Getasan misalnya, Lazismu menyalurkan manfaat ibadah kurban untuk syiar dakwah. Alwi menilai, dengan melibatkan banyak pihak yang berkepentingan ada hikmah untuk menguatkan solidaritas sosial.

 

Lazismu Kota Semarang yang mendukung acara ini berkontribusi dengan menyerahkan 2 ekor sapi yang diperoleh dari KL RS. Roemani dan KL PCM Ngaliyan Kota Semarang. Ketua PDM Kota Semarang yang juga Pembina Lazismu, Yusuf Hidayat menyampaikan, pesan kebersamaan akan menumbuhkan kekuatan baru dan semangat dakwah yang baru.

 

“Hal ini penting untuk melaksanakan dakwah sehingga menjangkau daerah yang jauh agar permasalahan sosial masyarakat bisa terpecahkan,” katanya. Ke depan harus dikembangkan lebih besar lagi melibatkan semua lembaga di internal organisasi dakwah pencerahan agar tidak getas (rapuh), sambung Yusuf.

 

Begitu pun dengan peran RS. Roemani yang melaksanakan bakti sosial pengobatan cuma-cuma untuk masyarakat Getasan di hari miladnya. Sebanyak 100 paket obat disediakan dengan menerjunkan 2 orang dokter, apoteker dan paramedis yang diperkuat dengan satu tenaga dokter dari Lazismu.

 

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Semarang, Dr. Saerozi menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Jateng dan segenap daerah yang terlibat. Dirinya berusaha mengembangkan dakwah melalui cabang Muhammadiyah yang dibentuk di setiap kecamatan termasuk Getasan yang belum lama berdiri.

 

“Permasalahan sosial di masyarakat bisa ditangkap oleh semua komponen persyarikatan di tingkat cabang dan bisa diselesaikan dengan kerjasama semua unsur persyarikatan jika saling melengkapi untuk sama-sama kerja dalam dakwah sosial,” terangnya.

 

Ada seratusan lebih warga yang hadir dalam acara ini yang antusias mengikuti sajian rohani Kyai Lanang dari Temanggung digelar selama hampir dua jam. Bersamaan itu juga dilayani pengobatan yang tempatnya bersebelahan dengan lokasi pengajian. Selesai pengajian jamaah pulang membawa bingkisan berupa paket sembako.

 

Ada satu hal menarik saat sebelum pengajian dimulai, ada warga dari kampong lain yang ingin mengikuti pengajian. “Silakan saja semua warga boleh mengikuti, cerita Indera selaku kordinator lapangan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Getasan.

 

Dari dua ekor sapi yang disembelih, Lazismu menghasilkan 260 paket daging segar, masing-masing paket berisi ¾ kg daging ditambah jeroan dan tulang yang diberikan langsung kepada penerima manfaat. Semua dibagikan secara merata, semua mendapat bagian, demikian kata Indra. (cs)