• info@lazismu.org


Kisah Pilu Kasipun, Dari Kekurangan Gizi Hingga Anaknya yang Trauma Bersekolah

10/04/2019

Gresik – LAZISMU. Ada banyak kisah pilu yang terjadi di negeri ini. Bagi yang mengalaminya adalah bentuk ujian sebarapa kuat menghadapinya. Bukan baru kali ini peristiwa kemiskinan yang melahirkan ketakberdayaan menghantui manusia, setiap waktu senantiasa datang mewartakan.

 

Hampir seminggu yang lalu, kepiluan ini ditemukan pada seorang lelaki berusia 40 tahun bernama Kasipun yang tinggal sebagai warga Desa Ketanen, Panceng, Kabupaten Gresik.

 

Kasipun bersama keluarganya didapati kekurangan gizi. Tekanan hidup menghampirinya hingga tak mampu dilawannya. Beban berat menggelayuti pikirannya karena minimnya pengetahuan serta tekanan ekonomi yang tidak kunjung memperoleh solusi.    

 

Seorang aparat sipil bernama Raden Jamal, terketuk hatinya ketika melihat Kasipun harus dirawat di RSUD Ibnu Sina, Gresik, pada Maret lalu. Rasa kemanusiaannya terusik menyaksikan Kasipun lemah tanpa gizi yang memadai.  

 

Dokter mengabarkan Pak Kasipun tekanan darahnya tinggi. Kadar garam ditubuhnya berdasarkan diagnosa juga tinggi, demikian Raden mengisahkan informasi dari dokter di rumah sakit itu. Ditengarai Kasipun makan nasi hanya dengan garam. “Kondisi miskin inilah yang membuat dirinya menjadi lemah,” ujar Raden.

 

Berdasarkan penelusuran Raden, Kasipun memiliki istri dan dua anak. “Anak pertama berusia 15 tahun, lulus SD dan tidak mau bersekolah. Sekarang menganggur di rumah. Sementara adiknya yang masih balita, kesulitan dalam berkomunikasi,” pungkasnya.

 

Sebagai ibu rumah tangga, isterinya mengalami nasib yang sama. Pemahamannya tentang hidup sehat masih minim. “Yang membuat sedih Raden, ketika diajak berkomunikasi kadang tidak dapat direspons dengan jawaban yang pas,” sambungnya.

 

Kasipun bekerja serabutan sebagai kuli bangunan. Setelah sakit, tidak ada yang mengajaknya sebagai kuli karena fisiknya lemah. “Budi baik tetangganya kepada Kasipun sedikit banyak membantunya dengan bekerja sebagi pencari rumput untuk kambing tetangga,” kata Raden yang juga Ketua Ranting Muhammadiyah setempat. Keresahan Raden Jamal tak berhenti sampai di rumah sakit. Tak berapa lama, raden menceritakan apa yang telah disaksikannya kepada Lazismu Gresik. Kabar gembiranya, informasi yang diceritakannya langsung dijawab Lazismu Gresik untuk mendampingi keluarga Pak Kasipun.

 

Trauma Bersekolah

 

Kemiskinan yang melilit keluarga Kasipun tidak semata persoalan kecukupan gizi. Di luar masalah itu, ada masalah lain yang dihadapi anak perempuannya yakni trauma bersekolah.

 

Menurut amil Lazismu Gresik, Liesna Eka tentang kabar anak pertama Pak Kasipun yang trauma bersekolah dikarenakan anaknya sering disudutkan oleh teman-temanya saat itu. Informasi ini diperoleh Liesna dari ibunya dan tetangga dekatnya.

 

“Dulu waktu sekolah dasar, kecerdasan dia di bawah rata-rata anak-anak pada umumnya. Baru bisa membaca saat kelas 4 SD. Keterlambatan kognitif dan psikomotorik inilah yang kemudian menjadi buah penyudutan kawan-kawannya kepada anaknya Pak Kasipun hingga merasa terpojok,” cerita Liesna.

 

Hingga akhirnya setamat dari sekolah dasar, dia tidak mau melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya karena trauma itu, sambung Liesna. Harusnya dia sudah masuk kelas 2 SMP. Kondisi ini tentu harus segera dicari solusinya.

 

Liesna mengatakan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Lemah Ireng Panceng juga sudah tahu informasi ini. Lazismu bersama NA ikut mendampingi keluarga Pak Kasipun. Dalam waktu dekat akan dicari pendekatan secara psikologis. Hal ini diakui, Pimpinan Ranting NA, Matsubah Noor, dan tahuan ajaran baru, Juni mendatang kita bantu untuk bersekolah lagi.

 

Menurutnya, anaknya sudah dibujuk, katanya akan dipikir kembali untuk bersekolah. Matsubah turut prihatin, jika keluarga Pak Kasipun sampai kekurangan gizi. “Rumah keluarga Pak Kasipun juga tidak memiliki MCK,” katanya.

 

Nasyiatul Aisyiyah kemarin mendampingi. Diberikan motivasi sekolah lagi, serta mengecek kesehatan keluarganya yang dilakukan oleh PDNA Gresik, Nurul Afianah, bidan yang juga tim departemen sosial.


 

Berbagi Solusi

 

Sebagai langkah nyata, Lazismu mendesak untuk segera menolong keluarga Pak Kasipun. Kehadiran Lazismu sebagai misi dakwah pencerahan PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem) Muhammadiyah.

 

Amil Lazismu, Miftakhul Huda dan Khoirul Fitroh yang ikut mendampingi pada Jum’at kemarin mengatakan memberikan tambahan gizi untuk keluaga duafa tersebut. “Pak Kasipun bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan berbelanja di warung yang sudah ditunjuk Lazismu untuk turut berpartisipasi menolong Pak Kasipun,” pungkasnya.

 

Pak Kasipun tinggal mengambil kebutuhan pangan yang diperlukan untuk memenuhi kucupan gizinya, tambah Miftah. Selain itu, Lazismu juga berupaya mengedukasi dan memberdayakan keluarga Pak Kasipun dengan memberikan 1 ekor kambing betina untuk diternak. Kebetulan kambing ini sedang mengandung yang kelak jika melahirkan dapat dirawat untuk membantu perekonomiannya.

 

Langkah selanjutnya adalah Lazismu akan merenovasi hunian yang layak untuk Pak Kasipun. Rumahnya tidak memiliki sanitasi, gentengnya banyak yang bocor, serta berlantaikan tanah.

 

Untuk itu, Lazismu yang diwakili Miftah mengajak masyarakat dan donatur pada khususnya untuk bersama-sama membantu keluarga Pak Kasipun. Lazismu juga mengucapkan terimakasih kepada donatur yang selama ini telah memercayakan donasinya kepada kami. (lsn)