• info@lazismu.org


Partisipasi Aktif MDMC-Lazismu Pada Aksi Desa Tangguh Bencana Jatim

17/07/2019

Jawa Timur – LAZISMU. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur yang didukung penuh oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) berpartisipasi mengikuti kegiatan Aksi yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu Semarak Ekspedisi DESTANA (Desa Tangguh Bencana) tsunami di kawasan selatan provinsi Jawa Timur.

Menurut M. Rofi’I, Ketua MDMC Jatim, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 12 hingga 23 Juli 2019, di desa-desa yang menjadi sasaran mulai dari Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung Trenggalek dan Pacitan. MDMC Jatim. Selain BNPB Pusat dan lembaga relawan kebencanaan nasional, juga melibatkan BPBD provinsi, dan kabupaten, serta semua pihak terkait di daerah yang menjadi rute aksi.

Kegiatan yang merupakan program nasional BNPB ini bertujuan untuk menginformasikan potensi ancaman gempa bumi dan tsunami kepada aparat dan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana (tsunami) di selatan pulau Jawa. 

Selain itu, BNPB dan lembaga relawan kebencanaan yang turut serta juga melakukan identifikasi awal ketangguhan desa rawan tsunami. Namun, yang paling penting adalah melakukan sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat, termasuk penanaman vegetasi pelindung pantai.

Target spesifik dari aksi tersebut adalah desa atau kelurahan yang berada di daerah rawan tsunami di kawasan selatan pulau Jawa yakni sebanyak 584 desa termasuk 300 sekolah.

Aktivitas selama Aksi Semarak Desatan adalah penguatan aparatur desa terkait kesiapsiagaan bencana, relawan goes to school, penilaian ketangguhan desa, penanaman vegetasi pelindung pantai dan penempatan papan informasi bencana, api unggun, dan panggung ekspedisi.

MDMC Jatim mengikutsertakan Ketuanya, M. Rofii, dan Relawan Senior, Priyo A. Sancoyo. Ikut serta pula Ketua MDMC Pusat, Budi Setiawan dalam aksi tersebut. Lalu, MDMC Jatim juga melibatkan para relawan MDMC daerah yang dilewati Aksi Destana itu.

Rofi’i berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, dan aparat, serta semua pihak akan bencana tsunami yang berpotensi terjadi di Jawa Timur. Setelah Jawa Timur BNPB juga akan melanjutkan kegiatan serupa di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten hingga 17 Agustus 2019 mendatang. (bp)

(Sumber: Lazismujatim.org)