• +6221- 31 50 400
  • info@lazismu.org

Gizi Buruk, Camat Aluh-Aluh Apresiasi Respon Cepat Lazismu

05/03/2019

Banjarbaru – Lazismu. Akhir Januari 2018, ada informasi kasus gizi buruk. Di Desa Podok yang menimpa anggota keluarga Mu’min (36) dengan kondisi memprihatinkan. Anak ke – 4 dari 3 bersaudara yang berumur 8 bulan, telah meninggal dunia karena gizi buruk.

Kepala Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh, menyatakan kasus gizi buruk di lingkungannya, penyebabnya selain faktor kesehatan juga faktor ekonomi.  Awalnya respon keluarga ini sudah tepat terhadap kesehatan anak-anaknya. Sangat disayangkan masih ada sanitasi buruk di rumah warga yang menganggu kesehatan,” kata Ahmad Jazoli.

Satu tahun menjadi kepala desa dengan adanya peristiwa ini menjadi catatan penting untuk dirinya dan perangkat desa.

Bersyukur penangganan kasus di desa itu berjalan baik. Pihak Puskesmas Aluh-Aluh, juga telah memeriksa anaknya yang lain Muhammad Norman (3).  “Saat ini berat badannya meningkat 8,9 kg, sampai akhir Januari mencapai 10 kg,” ungkap Parah, dari Puskesmas Aluh-Aluh.

Penanganan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Daerah Desa Podok, Kecamatan Aluh-Aluh merupakan kawasan pesisir, penduduknya cukup padat.  Dihuni 605 Kepala Keluarga dengan luas wilayah 5,05 km persegi.

Sekitar pukul 10.15 waktu setempat, tim pertama Lazsimu berangkat ke lokasi menggunakan speed boat (31/1/2008), dengan perlengkapan medis, Berselang 1 jam lebih, tim kedua berangkat dari dermaga Aluh-Aluh lengkap dengan perlengkapan dapur, sembako serta makanan bernutrisi.

Perjalanan ditempuh kurang lebih 20 menit. Desa Podok, fokus utama dalam respon cepat ini, dikarenakan kasus gizi buruk yang menimpa warganya hingga mengakibatkan salah satu anggota keluarga meninggal.

Berbekal informasi dari Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Lazismu bersama Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Banjarbaru berkoordinasi dengan Lazismu di Kabupaten Banjar.

“Kami tidak bisa membayangkan, keluarga tersebut tinggal di rumah yang sebagian besar sudah lapuk dan tak layak huni dengan 3 anaknya yang berusia sekolah,” kata Wasis Nugroho, yang pernah mengabdikan diri di Kecamatan Aluh-Aluh 17 tahun lalu.

Setelah ini, pihak SLRT akan mengajukan untuk program bedah rumah tersebut. Sementara itu, Mu’min bercerita bahwa anak ulun (saya) yang laki-laki berumur 8 bulan sudah meninggal dunia, 15 Januari yang lalu, karena gizi buruk. Sehari-hari saya bekerja sebagai buruh tani, selebihnya mencari ikan kecil di pesisir.

Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu bersama Dinas Sosial telah memberikan kebutuhan pokok. Lazismu mendistribusikan kebutuhan pangan pelengkap bernutrisi. Menurut Ginanjar Sutrisno, biaya hidup untuk beberapa hari dan biaya layanan kesehatan tambahan telah dialokasikan oleh Lazismu.

Khusus penanganan penderita gizi buruk ini, Ginanjar kepada tim media Lazismu (2/2/2018), telah membuka donasi bagi para donatur untuk pendampingan keluarga Mu’min. Kecamatan Aluh-Aluh memberikan apresiasi atas respon cepat Lazismu terjun ke lokasi.

“Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang sigap merespon kejadian gizi buruk di kecamatan Alu-Aluh, diharapkan kolaborasi semua pihak bisa terus terjalin,” ungkap Sa’aludin selaku Camat Aluh-Aluh. (gs)