• +6221- 31 50 400
  • info@lazismu.org

Usaha Rumahan Potensial Berkembang Menjadi UMKM Produktif

05/03/2019

Banjarbaru – LAZISMU. Pukul 10.07 waktu setempat, Mas’udah (50) masih sibuk dengan rutinitas hariannya. Wangi adonan yang tercium sampai ke ruang tamu, membuat betah untuk berlama-lama duduk di ruangan berukuran 2 x 3 meter. Dengan teliti, dia memasukan adonan pada loyang-loyang mungil. Tak berapa lama adonan telah matang.

“Dalam 4 hari dalam 1 minggu selalu ada pesanan, jadi bisa bantu-bantu memenuhi kebutuhan hidup” kata Mas’udah membuka pembicaraan. Kesehariannya membuat kulit Kue Pie yang didistribusikan ke Pasar Banjarbaru melalui pedagang di sekitar lingkungannya. Modal bahan bakunya sebesar Rp 200 ribu dengan adonan yang dihasilkan menjadi kue sebanyak 48 hingga 50 loyang. Pendapatan bersih rata-rata Rp 30 ribu/hari.

Usaha rumahan Mas’udah masih dalam skala kecil. Keterbatasan modal untuk membeli bahan baku diakuinya sebagai kendala selama ini. Meski usianya tak muda lagi, nenek dua cucu itu tetap semangat berkarya. Rumah sederhananya di Jalan Hidayah RT. 02 Kemuning, Kota Banjarbaru. Dia bekerja dibantu oleh Awang Suwardi (58) dalam menjalankan aktifitasnya.

Kedatangan Lazismu ke rumahnya (12/3/2018) unutk mendorong usahanya agar berkembang. Divisi Pengembangan Program dan Fundraising Lazismu Banjarbaru mengatakan sekarang fokus dalam pembinaan kepada UMKM. “Pemberdayaan unit-unit usaha kecil adalah penopang roda ekonomi keluarga agar menjadi lebih baik,” jelas Ginanjar Sutrisno. Karena itu,  keberlangsungan usaha kecilnya didampingi Lazismu dengan memberikan bantuan modal bergulir bersyarat.

Dalam waktu dekat ini, Lazismu Banjarbaru akan bertemu dengan lembaga dan komunitas UMKM di Banjarbaru, di antaranya Perkumpulan Wirausaha Muslim Indonesia (PWMI) Kalimantan Selatan dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) untuk  pembinaan usaha kreatif secara intensif.

Mas’udah merupakan salah satu penerima manfaat Program 1000 UMKM Lazismu Banjarbaru. Pada 2018, Lazismu menargetkan 5 orang penerima manfaat dari program ini dengan capaian menjadi jaringan serta pelopor untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Kota Banjarbaru.

Hingga detik ini, sudah 2 orang penerima manfaat yang dibantu, salah satunya sudah menjadi donatur rutin dan usahanya sudah dalam tahap berkembang dengan beberapa pelanggannya berasal dari korporat”, jelas Ginanjar (st)