11 Amil Lazismu Menjadi Wisudawan Sekolah Amil Indonesia

18/09/2020

Pada hari Rabu (16/9), Sekolah Amil Indonesia menyelenggarakan wisuda amil secara daring. Wisuda ini dilaksanakan bagi peserta yang sudah mengikuti ujian sejak sebelum pandemi. Sekolah Amil Indonesia adalah salah satu lembaga yang memperoleh izin untuk melakukan sertifikasi bagi amil selain Baznas. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh ketua lembaga zis dan alumni sertifikasi Sekolah Amil Indonesia.

Wisuda Online ini dibarengi dengan Webinar Refleksi 4 Tahun SAI dengan menghadirkan pembicara seperti M. Fuad Nasar, Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf Kemenag RI; Nana Sudiana, Sekjend Forum Zakat; Fahrizal Amir, Kepala Sekolah Amil Indonesia; Kunjung Masehat, Ketua BNSP; dan Luluk Mahfudah, Kepala Bidang Sertifikasi LSP KS.

Ada 11 amil dari Lazismu yang telah diwisuda. Antara lain dari Lazismu Pusat ada Putri Restu Pratiwi, Risya Umami, Rifa’atul Mahmudah, Ardhi Luthfi Kautsar, Brillyan Octaviani, Rini Febriani, dan Meldian Sayuti. Dari Jawa Tengah ada Rahmi Yunawati, dan dari Jawa Timur ada Rudi Suparno, Irvan Saifullah, dan Aditio Yudono. Mereka langsung diwisuda oleh para pengurus Forum Zakat. Forum Zakat adalah perkumpulan lembaga filantropi di Indonesia yang melahirkan Sekolah Amil Indonesia.

Dengan penambahan ini, Lazismu memiliki 24 amil yang tersertifikasi. Terdiri dari 16 amil Lazismu Pusat, 4 amil Lazismu Jateng, dan 4 amil Lazismu Jatim. Wisuda ini dilaksanakan untuk seluruh lembaga amil zakat di Indonesia. Menurut keterangan Upik Rahmawati, Sekretaris Eksekutif Lazismu Pusat, wisuda ini bahkan bisa untuk amil masjid yang memiliki lembaga ziswaf, mahasiswa yang memiliki konsentrasi di ziswaf, dan lain-lain.

Wisudawan telah melalui tiga tahapan gelombang dari Sekolah Amil Indonesia. “Mereka mengetahui kemampuan dasar seperti aspek layanan seperti melayani muzakki, aspek program seperti tahapan program-program bantuan ekonomi hingga ke monev, fundraising, memprospek donator termasuk pengaturan zakat, presentasi program-program lazismu, administrasi laporan, dan lain-lain,” ujar Upik melalui sambungan telepon.

Mereka juga memiliki kemampuan dalam fundraising sampai mendapatkan muzakki. Mulai dari survey, monitoring, outcome, output, dan seterusnya. Upik menuturkan bahwa Lazismu Pusat sudah berupaya untuk melakukan uji sertifikasi dan uji kompetensi bagi Lazismu se Indonesia. Lazismu sebagai penyelenggara dengan mendatangkan ahli dari SAI. 

“Harapannya, Lazismu bisa menyelenggarakan sendiri uji sertifikasi bagi amil agar semakin banyak amil yang tersertifikasi. Tapi untuk saat ini, untuk menjadi lembaga yang bisa menyelenggarakan sertifikasi harus memenuhi beberapa syarat. Dan yang mampu baru Baznas dan Sekolah Amil Indonesia,” jelasnya.

Edi Suryanto, Direktur Operasional Lazismu Pusat mengucapkan selamat kepada para amil dari Lazismu sebagai pejuang gerakan zakat yang telah memperoleh pengakuan dari negara sebagai amil professional. Ia berharap kualitas amil ini terus meningkat, sering belajar dan tidak puas hanya sampai disini. Karena menurutnya tantangan yang akan dihadapi di masa depan semakin besar.

Sementara itu, Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat berharap agar amil-amil ini dapat memperkuat Lazismu dari segi tata kelola organisasi. “Di Muhammadiyah saat ini masih diperlukan kader-kader yang mampu mengembangkan kelembagaan dan penatausahaan zakat secara professional dan maju, baik aspek penghimpunan, pendistribusian, maupun pelaporan,” ujar Hilman melalui sambungan telepon. (Yusuf)