Bangun Huntara untuk Korban Tanah Bergerak, Tafsir Apresiasi MDMC Purbalingga

02/03/2021

PURBALINGGA - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Tafsir memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purbalingga, MDMC, dan Lazismu Purbalingga yang telah bekerja keras membangun hunian sementara bagi warga terdampak bencana tanah bergerak. 

Menurutnya, Muhammadiyah selalu hadir untuk memberikan bantuan. Muhammadiyah selalu bergerak cepat menolong siapapun yang terkena musibah.

"Kami mengedepankan OMOR atau One Muhammadiyah One Respon," ujarnya sebagaimana dilansir dari laman resmi PWM Jawa Tengah.

Selain meresmikan Huntara bersama Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, Minggu (28/2), Tafsir juga menyerahkan dana tanggap bencana dari Lazismu Jawa Tengah senilai Rp 30 juta rupiah. Dana ini akan digunakan oleh Muhammadiyah Purbalingga untuk membantu korban bencana tanah bergerak di Tumanggal, Purbalingga.

Sebagaimana diketahui, puluhan rumah di Desa Tumanggal, Kecamatan Pangadegan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, rusak parah akibat tanah bergerak yang terjadi sejak tahun lalu. Akibatnya, ratusan warga yang rumahnya rusak terpaksa mengungsi ke sekolah dan rumah kerabat.

Sejak tahun lalu, relawan Muhammadiyah dari MDMC maupun Lazismu telah mendampingi korban bencana tanah bergerak. Andi Pranowo, Manajer Lazismu Purbalingga menyebut bahwa Lazismu Purbalingga telah sering membagikan paket rendangMu, paket sembako, pakaian baru, mukena, air mineral, logistik makanan, dan lain-lain.

"Kita salurkan ke posko disana sejak terjadi tanah bergerak kira-kira bulan November tahun lalu. Kebetulan MDMC dan Lazismu sudah mendirikan posko layanan untuk penanggulangan bencana dan penghimpunan logistik," imbuhnya ketika dihubungi lazismu.org.

Ia berharap agar masyarakat yang terdampak bencana merasakan kepedulian dari warga sekitar dan Lazismu. Ia juga berharap agar masyarakat yang tidak terdampak dapat turut membantu melalui donasi di Lazismu.

Pada saat yang sama, Suprapto, Ketua MDMC Purbalingga menyebut bahwa biaya pembangunan hunian sementara tersebut berasal dari donatur yang dihimpun melalui Lazismu Purbalingga.

"Dari sumbangan donatur melalui Lazismu, kita bangun 13 unit hunian sementara, 7 kamar mandi dan dapur. Kita kerjakan bersama-sama oleh MDMC, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), termasuk TNI, BPBD, dan relawan lain dari masyarakat," ujar Suprapto.

Reporter: Yusuf