Banjir dan Longsor Landa Banyumas, Relawan Muhammadiyah Gerak Cepat

19/11/2020

BANYUMAS - Banjir kembali melanda sejumlah desa di Kabupaten Banyumas setelah diguyur hujan lebat sejak Senin (16/11) hingga Selasa (17/11) dini hari.

Akibatnya, ruas jalan nasional penghubung Bandung - Yogyakarta sempat terputus. Dilansir dari kompas, jalan sepanjang 500 meter di Desa Kedungpring, Kecamatan Kemranjen terendam banjir dengan ketinggian hingga 70 sentimeter.

Merespon banjir tersebut, relawan Muhammadiyah Banyumas membuka kembali pos koordinasi di PKU Muhammadiyah Kemranjen yang sebelumnya sudah beroperasi pada banjir beberapa pekan lalu. Relawan Muhammadiyah juga membuka dapur umum yang melayani beberapa titik terdampak yang membutuhkan bantuan logistik. Bantuan yang diberikan dari dapur umum berupa makanan siap saji.

Dilansir dari lazismubanyumas.org, relawan Muhammadiyah merespon bencana longsor akibat banjir di Banyumas bagian barat dengan membersihkan material yang terbawa oleh longsoran. Bencana longsor yang terjadi secara bersamaan dengan banjir mengakibatkan banyak dari relawan Muhammadiyah Banyumas langsung bergera dan merespon bencan sesuai dengan wilayahnya masing-masing.

Menurut Jundi Abdullah selaku Koordinator SDM Relawan, Muhammadiyah Banyumas akan terus menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana, terkhusus d wilayah Banyumas melalui tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan juga berbagai unsur persyarikatan dalam satu komando One Muhammadiyah One Response. Mereka akan terus mengusahakan yang terbaik untuk penanganan bencana di Banyumas.

Kapolsek Kemranjen AKP Supardi mengatakan, arus lalu lintas dari arah Bandung maupun Yogyakarta sempat lumpuh mulai pukul 05.00 WIB hingga sekitar 06.00 WIB.

"Mulai (lumpuh) pukul 05.00 WIB akibat meluapnya Sungai Gatel akibat hujan deras yang mengguyur secara terus-menerus semalam," kata Supardi di lokasi kejadian, Selasa.

Selain itu, banjir di jalan raya juga disebabkan tersumbatnya drainase di tepi jalan.

"Warga tadi sudah kerja bakti memperbaiki selokan yang mampet. Saat ini kendaraan sudah mulai bisa berjalan, terutama kendaraan besar, ketinggian air sekitar 50 sentimeter. Dimungkinkan tidak lama lagi akan akan normal," jelas Supardi. (Yusuf)