Beredar Video Evakuasi Ir. Salihi, Anggota PWM Sulawesi Barat oleh MDMC

15/01/2021

MAJANE - Beredar sebuah video evakuasi Ir. H. Salihi Saleh, MM, salah satu anggota Pimpinan Wilayah Sulawesi Barat sekaligus Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah (STIEM) Mamuju, Sulawesi Barat.

Dalam video tersebut, korban dikeluarkan dari reruntuhan bangunan menggunakan tandu. Relawan yang membantu adalah unsur kepolisian, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), unsur relawan lain dan masyarakat. Diketahui bahwa istri Ir. Salihi, Dr. Adriani meninggal dunia dalam bencana tersebut. 

Merespon bencana tersebut, Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu merespon gempa bumi yang terjadi di Majane, Sulawesi Barat, Jumat (15/1).

Relawan Muhammadiyah melakukan aktivasi pos koordinasi Muhammadiyah, asesmen data dampak gempa bumi, membantu evakuasi warga, mempersiapkan tim untuk membantun penanganan respon dari luar Sulawesi Barat, mempersiapkan tim asistensi dari MDMC PP Muhammadiyah untuk berangkat, dan menyiapkan dukungan tim kesehatan dari luar Sulawesi Barat. 

Dilansir dari media sosial MDMC PP Muhammadiyah, dijelaskan bahwa tim yang membantu diluar MDMC Sulawesi Barat adalah MDMC Sulawesi Tengah, MDMC Sulawesi Selatan meliputi Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Makassar, dan MDMC Kalimantan Timur. 

Sementara itu, dijelaskan bahwa layanan yang disiapkan oleh MDMC bersama Lazismu antara lain adalah sektor SAR, sektor kesehatan, sektor psikososial, sektor logistik, sektor shelter, dan dapur umum.

Kebutuhan mendesak MDMC untuk respon bencana adalah masker, selimut, tenda keluarga, tempat cuci tangan, alas tidur, makanan, hand sanitizer, dan air bersih. Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah merespon bencana tersebut dengan melakukan penggalangan dana secara nasional.

Selain Dr. Adriani, gempa bumi tersebut juga mengakibatkan 34 jiwa lain meninggal dunia, 189 jiwa luka berat, 637 jiwa luka ringan, dan 15.000 warga mengungsi. Di Majene ada 10 titik pengungsian dan di Mamuju ada 5 titik pengungsian.

Reporter: Yusuf