Diterjang Banjir, Relawan Muhammadiyah Batang Dirikan Posko dan Dapur Umum

09/02/2021

BATANG - Hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu (6/2) pukul 01.00 WIB dini hari mengakibatkan banjir sekitar 200 RT di 7 desa/kelurahan di wilayah Kecamatan Batang.

Menyikapi hal tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center bersama Lazismu dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) membangun dapur umum dan posko banjir bertempat di Komplek Gedung RSI PKU Muhammadiyah Batang.

“Dari hasil assesment awal, kami putuskan untuk membuka posko dan dapur umum untuk membantu warga terdampak, setidaknya untuk makan malam,” ungkap Yanu, Koordinator Posko Banjir.

Dilansir dari laman resmi Lazismu Batang, Yanu menjelaskan bahwa dalam aksi sosial ini melibatkan relawan dari berbagai ortom dan saling bersinergi dalam merespon banjir yang melanda.

“Semua bersinergi bersama dalam bingkai One Muhammadiyah One Respon, ada yang membantu memasak menyiapkan makanan serta distribusi ke lokasi terdampak,” imbuhnya.

Pada saat yang sama, Bram, staf Lazismu Batang melalui Program Indonesia Siaga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi membantu sesama sekaligus menyiapkan segala sesuatu sebelum bencana terjadi.

“kami membuka donasi untuk banjir, baik berupa uang maupun barang. selain itu melalui program Indonesia Siaga kami mengajak masyarakat untuk membantu sesama serta siap siaga sebelum bencana,” ujar Bram.

Aliran sungai gabus dan sungai Sambong yang meluap memperparah banjir hingga mencapai ketinggian hingga 40 sentimeter

“Ada sekitar 200 RT di 7 desa/kelurahan di kecamatan Batang banjir sudah masuk ke rumah warga dengan ketinggian rata – rata 40 sentimeter,” ujar Bupati Wihaji sebagaimana diwartakan oleh ayobatang, Sabtu (6/2/2021). 

Selain berada di wilayah cekungan, kata Wihaji, rumah warga juga dekat dengan saluran aliran sungai Gabus dan sungai Sambong yang menuju ke muara laut. 

“Aliran sungai Gabus dan Sambong memang sejak dulu sungainya bermasalah, sehingga butuh solusi yang komprehensif. Tapi minimal kita sudah memberikan edukasi ke masyarakat untuk tanggap bencana,” kata Wihaji.

Untuk penanganan, lanjut Wihaji, lebih utama dilakukan evakuasi warga ke pos pengungsian dan membuka dapur umum. 

“Saya minta dinas terkait membuat dapur umum, dan evakuasi warga ke posko – posko pengungsian, karena banjir sudah masuk ke rumah warga,” katanya. 

Sebanyak 7 desa dan keluaran yang mengalami banjir yaitu, Karangasem Utara, Klidang lor, Watisalit, Denasri Kulon, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon. 

Reporter: Yusuf