Ekspedisi, Lazismu dan KOKAM Bojonegoro Jalan Kaki Selama 1 Jam

12/01/2021

BOJONEGORO - Lazismu Bojonegoro bersama dengan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Bojonegoro, Jawa Timur melakukan ekspedisi ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), Minggu (10/1).

Ekspedisi ini dilakukan dalam rangka mengetahui perkembangan Taman Pendidikan Alquran (TPA) di Dusun Bunten, Desa Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Ekspedisi ini menghabiskan waktu 1 jam perjalanan dengan jalan kaki menuju lokasi.

Dalam keterangan yang ditulis melalui akun Facebook Lazismu Bojonegoro disebutkan bahwa Lazismu dan KOKAM Bojonegoro harus melewati medan yang sulit dengan berjalan kaki, karena sepeda motor tidak dapat digunakan untuk melewati medan tersebut.

"Desa ini belum banyak yang mengetahui dikarenakan letaknya yang jauh dan sangat terpencil. Akses menuju Dusun Bunten sangat sulit, kondisi jalan masih berupa tanah sehingga ketika musim hujan sangat sulit digunakan untuk beraktivitas," tulis Lazismu Bojonegoro di laman Facebook.

Lazismu beserta KOKAM Bojonegoro menyalurkan bantuan berupa makanan kaleng Rendangmu dan Kornetmu untuk menunjang kebutuhan gizi dari pengurus dan satriwan-santriwati TPA di Bunten.

Di dusun ini terdapat satu TPA, yaitu TPA Jabal Nur denan pengasuh Ustadz Nasta'in dan Ustadz Wawan. TPA ini memiliki 28 santri.

Ustadz Nasta'in berharap agar TPA tersebut dapat terus memberikan pendidikan Islam kepada santri-santrinya.

"Tetapi yang menjadi salah satu penghambat kami adalah kurangnya fasilitas perlengkapan belajar yang belum memadai. Seperti alat tulis, buku, dan Alquran," jelas Ustadz Nasta'in.

Namun, meskipun di tengah keterbatasan, santri-santri TPA Jabal Nur tetap semangat mengikuti pembelajaran di TPA tersebut.

Tim Media Lazismu Bojonegoro, Sartono menyebut bahwa pihaknya akan melakukan pengalangan donasi agar bisa membantu kegiatan dakwah di daerah Tondomulo. Ia menyebut bahwa ekspedisi ini penting mengingat Dusun Bunten merupakan daerah terpencil yang kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.

"Dari sana kita hanya bisa mengambil peranan kecil yaitu dakwah, agar perkembangan Islam di dusun tersebut bisa berjalan dengan baik," ujarnya melalui pesan tertulis kepada lazismu.org.

Ia berharap agar TPA Jabal Nur tetap istiqomah melakukan syiar Islam dan bisa menghasilkan insan-insan yang baik.

Reporter: Yusuf